Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai keadaan ketika tekanan darah sistolik melampaui 130 mmHg dan tekanan darah diastolik berada di atas 80 mmHg. Berbagai faktor memengaruhi kondisi ini, di antaranya adalah indeks massa tubuh. Para ahli menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai parameter untuk mengukur status gizi yang didapat melalui perbandingan antara berat badan dan tinggi badan. Hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi diteliti dalam penelitian ini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Royal Prima, dengan sampel sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan sampling probabilitas melalui sampling acak sederhana. Data penelitian diperoleh dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi dengan bantuan alat berupa timbangan, meteran, serta sfigmomanometer. Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat. Hasil: adalah bahwa nilai p dari uji statistik chi-square sebesar 0,01, yang lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan: bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, sehingga ditemukan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan insidensi hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum Royal Prima.
Copyrights © 2026