Di era globalisasi saat ini, salah satu kemampuan penting yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan adalah bernalar kritis. Bagi siswa sekolah dasar, kemampuan ini dapat dikembangkan melalui implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada kemampuan bernalar kritis siswa kelas V di SDN Gunung Leutik. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan dua belas siswa kelas V, wali kelas V, dan juga kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek bernalar kritis yang berkembang pada siswa meliputi memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan kemampuan bernalar kritis meliputi; a) Dukungan kepala sekolah, b) Keterlibatan orang tua dan masyarakat sekitar, c) Pengembangan kompetensi guru, d) Strategi mengatasi tantangan siswa, dan e) Kondisi sarana dan prasarana yang terbatas
Copyrights © 2025