Previous research on the pragmatic politeness strategies of foreign students has only examined the politeness maxims used by these students. This study examines how foreign students ask for help and apologize from a gender perspective. The objectives of this study are to determine the following: (1) the types of politeness strategies frequently used by foreign male and female students, (2) the strategies used when asking for help, and (3) the strategies used when apologizing. These strategies are based on the theory of Brown and Levinson. This study employed a qualitative case study research method. The researcher employed observation, recording, and interviewing techniques. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña (2014) model. The data were validated using credibility, transferability, dependability, and objectivity tests. The results show that male foreign students tend to use direct strategies when asking for help or apologizing. Conversely, female students tend to use negative politeness strategies when asking for help or apologizing. An interesting finding emerged in the category of apologizing for social relations: both male and female foreign students tended to use negative politeness strategies. They used these strategies to maintain good social relations. Abstrak Penelitian strategi pragmatik kesantunan mahasiswa asing sebelumnya hanya berfokus pada deskripsi maksim kesopanan mahasiswa asing. Penelitian ini akan meneliti bagaimana mahasiswa asing meminta bantuan dan meminta maaf dari perspektif gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) jenis strategi kesantunan mahasiswa dan mahasiswi asing yang sering digunakan; (2) strategi kesantunan mahasiswa dan mahasiswi asing ketika meminta bantuan; dan (3) strategi kesantunan mahasiswa dan mahasiswi asing ketika meminta maaf. Strategi kesantunan dalam penelitian ini mengacu pada teori Brown dan Levinson. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif. Peneliti menggunakan teknik observasi, perekaman, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan terakhir uji objektivitas. Hasil menunjukkan mahasiswa asing cenderung menggunakan strategi langsung saat meminta bantuan dan meminta maaf. Sebaliknya, mahasiswi cenderung memakai strategi kesantunan negatif saat meminta bantuan dan meminta maaf. Hal menarik muncul pada kategori aktivitas permintaan maaf tentang relasi sosial, mahasiswa dan mahasiswi asing sama-sama cenderung menggunakan strategi kesantunan negatif. Strategi tersebut digunakan untuk menjaga hubungan sosial tetap terjalin baik.
Copyrights © 2025