Cabai merah merupakan komoditas penting yang dapat menunjang perekonomian dan kebutuhan pangan masyarakat. Oleh sebab itu, kepedulian instansi pertanian agar masyarakat mampu berswadaya untuk menanam cabai pun tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan pemberian bantuan benih tanaman cabai kepada pemerintah Kota Yogyakarta untuk diberikan kepada sejumlah kelompok tani di wilayah tersebut. Bantuan tanaman benih cabai akan dilakukan secara continue maka dari itu penentuan rute distribusi yang optimal diperlukan untuk dapat menjaga kualitas bibit yang disalurkan. Penelitian ini menggunakan metode Simulated Annealing (SA) untuk menentukan rute terpendek dalam proses distribusi bibit cabai. Hasil yang diperoleh dari penentuan rute distribusi dengan menggunakan metode Simulated Annealing (SA) yang menerapkan 3 kombinasi parameter dan replikasi sebanyak 5 kali menunjukkan hasil terbaik berupa rute dengan total jarak tempuh yaitu 26,14 km dengan estimasi waktu distribusi yaitu 1 jam 12 menit. Hasil tersebut diperoleh dari penerapan parameter Simulated Annealing (SA) dengan nilai suhu awal (T0) = 50, suhu akhir (TF) = 0,001 dan koefisien pendinginan (α) = 0,99 pada replikasi ke 2. Dengan hasil ini maka jika diterapkan dalam kasus distribusi bibit cabai akan membuat proses pengirimannya menjadi lebih cepat karena memiliki jarak yang minimal.
Copyrights © 2025