Perubahan iklim mendorong Masyarakat dunia untuk mulai beralih dari penggunaan energi berbasis fosil ke penggunaan energi baru terbarukan. Berdasarkan data dari energy institute - Statistical Review of World Energy (2024), total 8988,39 TWh listrik yang dipergunakan di dunia bersumber dari energi baru terbarukan pada tahun 2023. 47 % dari jumlah tersebut berasal dari PLTA, 26 % dari PLTB, 18 % dari PLTS, dan 9 % sisanya dari sumber energi EBT lain seperti geothermal, biomasa, PLTSa, dan Pembangkit Listrik Gelombang Laut. Meskipun, perkembangan pembangkit Listrik EBT di dunia menunjukkan tren yang cukup baik, mahalnya biaya instalasi dan maintenance dari pembangkit tersebut perlu menjadi pertimbangan karena akan mempengaruhi harga jual Listrik pada konsumen. Optimisasi pada perencanaan pembangkit sangat diperlukan untuk meminimalkan biaya-biaya seperti biaya Pembangunan pembangkit, biaya maintenance dan biaya operasional serta memaksimalkan energi yang dihasilkan oleh pembangkit. Pada artikel ini akan dipaparkan hasil penelitian sebelumnya berkaitan dengan optimisasi dan permasalahan yang dihadapi pada Pembangkit-Pembangkit Listrik berbasis EBT seperti, PLTA, PLTMini dan Micro Hydro, PLTS dan PLTB.
Copyrights © 2025