cover
Contact Name
Bagus Satrio Utomo
Contact Email
bagussat66@gmail.com
Phone
+6281564931200
Journal Mail Official
editor@konsuli.com
Editorial Address
Green Pramuka City, Jl. Jendral Ahmad Yani No Kavling 49, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10570.
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
ISSN : -     EISSN : 31234054     DOI : -
The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deals with a broad interdisciplinary range of topics in the fields of Technology, Engineering, Strategy, Finance, Accounting, Marketing, Human Resources, Communications, Law, Psychology, Health, Environment, Security, Public Policy, and another section related contemporary issues in achieving United Nations Sustainable Development Goals.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Analisis Efektivitas OSS-RBA dalam Penyederhanaan Proses Perizinan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri Bagus Satrio Utomo; Sandra Aditya Kurniawan; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing dan iklim investasinya melalui reformasi sistem perizinan, salah satunya dengan menerapkan Online Single Submission berbasis risiko (OSS-RBA). Sistem ini bertujuan menyederhanakan prosedur, meningkatkan transparansi, dan mempercepat proses perizinan, termasuk di sektor ketenagalistrikan. Studi ini menganalisis efektivitas implementasi OSS-RBA dalam proses perizinan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri (IUPTLS) di Provinsi Jawa Tengah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sistem OSS-RBA berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSS-RBA berhasil menyederhanakan prosedur perizinan IUPTLS, mengurangi waktu dan biaya transaksi, serta meningkatkan akuntabilitas. Namun, tantangan seperti koordinasi antar lembaga, kesenjangan kapasitas daerah, dan kompleksitas teknis dalam sektor ketenagalistrikan masih menjadi hambatan dalam implementasi. Studi kasus di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur digital dan kapasitas sumber daya manusia di daerah sangat mempengaruhi keberhasilan sistem ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika implementasi e-government dalam negara berkembang dengan sistem desentralisasi. Selain itu, studi ini menawarkan wawasan berharga tentang peran OSS-RBA dalam mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia. Implikasi kebijakan yang dihasilkan mencakup rekomendasi untuk penyempurnaan sistem perizinan berbasis risiko serta peningkatan kapasitas daerah dalam rangka harmonisasi kebijakan pusat-daerah.
Prosumer Data Gathering and Grid State Forecast Using Smart Grid Technology Bagus Satrio Utomo; Hutama Arif Bramantyo; Randi Dwi Wibisono; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing global energy demand, combined with environmental concerns, has accelerated the development of smart grids as a sustainable solution. Smart grids enable bidirectional energy and information flow, allowing users to also act as energy producers—referred to as "prosumers." Managing the complex dynamics of energy consumption and production among prosumers requires advanced data management and optimization strategies. This study reviews the latest techniques in energy data management and optimization within smart grids. It also proposes a framework for an Energy Management System (EMS) that integrates forecasting, data analytics, and decision-making processes to optimize energy distribution and enhance grid efficiency.
Challenges of Remote Working and How to Overcome The Challenge Ratih Dwi Amalia; Mochammad Ikbal Sonuari; Yetti Sabrina Sasamu
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has brought about a significant shift in the way people work, with remote working becoming a prevalent solution. Remote working, while beneficial in terms of flexibility and reduced commute times, presents several challenges, including difficulty in coordinating with coworkers, blurred boundaries between work and home life, and issues related to multitasking. This study examines the impact of remote working on employees, highlighting both the positive and negative aspects. It emphasizes that while remote working can provide increased flexibility, quality time with family, and improved comfort, it also creates obstacles such as decreased morale and work-life balance challenges. The study also discusses the role of telecommuting in urban planning and transportation, noting its potential to reduce traffic congestion and contribute to environmental sustainability. Through this analysis, the study seeks to provide a comprehensive understanding of remote working's implications, its future role in the workforce, and strategies to overcome the challenges it presents.
Kajian Pelaksanaan Front End Engineering Design Untuk Proyek Olefin Trans Pacific Petrochemical Indotama oleh Insinyur PT Kilang Pertamina Internasional terhadap Kode Etik Insinyur Indonesia Bagus Satrio Utomo; R. Edi Sewandono
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji implementasi Kode Etik Insinyur Indonesia 2021 dalam konteks pelaksanaan Front End Engineering Design (FEED) untuk proyek Olefin Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) oleh insinyur PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif komprehensif, penelitian ini menganalisis penerapan enam prinsip dasar kode etik melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif selama 270 hari pelaksanaan FEED. Fokus utama diberikan pada aspek-aspek etis yang muncul dalam proses desain dan manajemen proyek FEED.Hasil penelitian menunjukkan bahwa insinyur PT KPI telah mendemonstrasikan komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip etika profesional, termasuk mengutamakan keselamatan publik, berpraktik sesuai kompetensi, menyatakan pendapat secara objektif, bertindak jujur, menghindari pengelabuan, dan menjunjung tinggi martabat profesi. Implementasi kode etik tercermin dalam berbagai aspek proyek. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan Kode Etik Insinyur 2021 memiliki peran krusial dalam memastikan integritas dan keberhasilan proyek strategis nasional seperti FEED Olefin TPPI. Pembelajaran utama meliputi pentingnya manajemen perubahan desain yang ketat, integrasi aspek keselamatan dalam setiap tahap, hingga validasi spesifikasi dengan ketersediaan peralatan di pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang praktik etis dalam proyek infrastruktur berskala besar di Indonesia dan dapat menjadi referensi bagi praktisi dan pembuat kebijakan di bidang manajemen proyek dan etika keinsinyuran.
Optimisasi dan Permasalahan Pada Pembangkit Listrik Berbasis Energi baru Terbarukan Mohamad Isnaeni Romadhon; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim mendorong Masyarakat dunia untuk mulai beralih dari penggunaan energi berbasis fosil ke penggunaan energi baru terbarukan. Berdasarkan data dari energy institute - Statistical Review of World Energy (2024), total 8988,39 TWh listrik yang dipergunakan di dunia bersumber dari energi baru terbarukan pada tahun 2023. 47 % dari jumlah tersebut berasal dari PLTA, 26 % dari PLTB, 18 % dari PLTS, dan 9 % sisanya dari sumber energi EBT lain seperti geothermal, biomasa, PLTSa, dan Pembangkit Listrik Gelombang Laut. Meskipun, perkembangan pembangkit Listrik EBT di dunia menunjukkan tren yang cukup baik, mahalnya biaya instalasi dan maintenance dari pembangkit tersebut perlu menjadi pertimbangan karena akan mempengaruhi harga jual Listrik pada konsumen. Optimisasi pada perencanaan pembangkit sangat diperlukan untuk meminimalkan biaya-biaya seperti biaya Pembangunan pembangkit, biaya maintenance dan biaya operasional serta memaksimalkan energi yang dihasilkan oleh pembangkit. Pada artikel ini akan dipaparkan hasil penelitian sebelumnya berkaitan dengan optimisasi dan permasalahan yang dihadapi pada Pembangkit-Pembangkit Listrik berbasis EBT seperti, PLTA, PLTMini dan Micro Hydro, PLTS dan PLTB.
Analisis Komparatif Respon Frekuensi Microgrid Terisolasi dengan Penetrasi Tinggi PLTS: Studi Kasus Efektivitas Battery Energy Storage System (BESS) versus Synchronous Condenser Aan Aria Nanda; Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi menuju sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kestabilan frekuensi, terutama pada microgrid yang terisolasi dan memiliki penetrasi pembangkit berbasis inverter (IBR) yang tinggi. Penelitian ini melakukan analisis komparatif antara Battery Energy Storage System (BESS) dengan kontrol grid-forming dan Synchronous Condenser (SC) dalam konteks stabilisasi frekuensi microgrid pasca gangguan. Hasil studi menunjukkan bahwa BESS unggul dalam kecepatan respons dan fleksibilitas kontrol, memungkinkan penyediaan Fast Frequency Response (FFR) dalam hitungan milidetik. Namun, keterbatasan kapasitas energi, degradasi baterai, dan potensi osilasi kontrol menjadi tantangan utama. Sebaliknya, SC menawarkan respons inersia fisik yang inheren dan kontribusi arus hubung singkat yang tinggi, meningkatkan kekuatan sistem dan keandalan proteksi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dalam konfigurasi hibrida dapat memberikan ketahanan frekuensi yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan berbasis skenario dalam pemilihan teknologi dan mengidentifikasi arah penelitian lanjutan di bidang kontrol hibrida, model degradasi baterai, serta keamanan siber.
Kualitas Daya pada Microgrid Gangguan, Standar, dan Studi Kasus Mohamad Isnaeni Romadhon
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The global growth of renewable energy-based power generation has accelerated significantly in recent years. This transformation requires modernized electric grids that incorporate digital technologies, distributed generation (DG), and the integration of renewable energy sources (RES). Microgrid (MG) technology has emerged as a promising solution to enable the effective integration of DG and facilitate the deployment of RES connected to the grid. However, the increasing complexity of MG systems brings new challenges, particularly in ensuring power quality (PQ) that complies with established grid standards. This article provides an overview of PQ issues in MGs, including various types of disturbances, their main characteristics, and relevant PQ standards. In addition, a case study on PQ analysis in a published MG system is presented. Overall, the article highlights the importance of maintaining PQ in microgrids to ensure reliable and stable operation in future energy systems.
Anticipation Overvoltage Phenomenon in EHV Overhead Lines When Connected Parallel Reactor Shunt Imam Ghozali
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of increasing voltage phenomena exceeding the equipment's ability in extra-high voltage overhead line transmission is very dangerous because it damages to equipment. In general, overvoltage can occur due to lightning strikes or switching processes when there are opening and closing lines in the system. Installation of reactor shunts at the end of long lines of double circuit extra high voltage overhead lines are often used in anticipation of overvoltage caused by the influence of line capacitance. However, the installation of this shunt reactor causes another overvoltage phenomenon, reaching above 500 kV. This overvoltage phenomenon occurs when a circuit in the transmission line has not been injected but the reactor shunt has been connected. The Unenergized line gets induction and reinforcement from the second circuit which has been injected first with nominal voltage. To anticipate the occurrence of an overvoltage on the line with installed the reactor. This research was carried out in two scenarios. First, by changing the installation of the reactor which was originally connected parallel to the line then to a busbar. The second is by changing the reactor capacity. The results of the change in reactor installation to be connected to a busbar and the change in reactor shunt capacity value show that no voltage increase exceeds the nominal voltage during the energizing process. The measured voltage is below 50 kVp.
Evaluasi Akurasi Aplikasi Simulasi Perancangan PLTS Berbasis WEB Studi Kasus : Dinas ESDM PRovinsi Jawa Tengah Rizky Adi Nugraha; Muhammad Rifqy Arya Marendra
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan utama manusia modern, namun pembangkitannya masih didominasi energi fosil. Energi terbarukan, khususnya tenaga surya, kontribusinya masih kecil dalam bauran energi nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui inisiatif Jateng Solar Province mendorong penggunaan energi bersih dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Dinas ESDM berperan penting dalam implementasi program ini, seperti pemasangan PLTS di gedung pemerintahan, contohnya PLTS 30,94 kWp yang menghasilkan energi signifikan dan mengurangi emisi karbon. Penelitian ini mengevaluasi deviasi hasil simulasi dari aplikasi PVGIS, PVWatts, dan Global Solar Atlas (GSA) dibandingkan data produksi energi aktual PLTS di gedung pemerintahan tersebut. Analisis menunjukkan deviasi signifikan dengan Mean Bias Error (MBE) tahunan negatif, menandakan simulasi cenderung melebih lebihkan produksi energi. Pada 2023, MBE tahunan untuk PVWatts, PVGIS, dan GSA berturut-turut -6,33%, -8,46%, dan -3,51%, dengan Root Mean Square Error (RMSE) mencapai 11,71%, 11,20%, dan 8,43%. Pada 2024, deviasi meningkat dengan MBE -13,27%, -16,41%, dan -14,07%, serta RMSE sekitar 17-18%. Simulasi paling akurat pada musim kemarau, khususnya GSA dengan MBE 0,16% pada 2023, sementara musim hujan dan peralihan menunjukkan deviasi lebih besar. Analisis data BMKG terkait suhu, kelembapan, lama penyinaran, dan curah hujan mengungkapkan penurunan produksi aktual pada musim hujan disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak sepenuhnya tercermin dalam simulasi. Kesimpulannya, aplikasi simulasi memberikan estimasi awal baik pada musim kemarau, namun akurasi menurun saat musim hujan dan peralihan. Kalibrasi dengan data aktual dan variabel lingkungan diperlukan untuk meningkatkan akurasi prediksi. Pendekatan ini penting untuk mendukung perencanaan PLTS yang realistis dan adaptif, serta memperkuat peran Dinas ESDM Jawa Tengah dalam mendorong transisi energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.
Tinjauan Komprehensif Sistem Pompa Air Tenaga Surya: Kinerja Teknis, Kelayakan Ekonomi, dan Aspek Keberlanjutan Nanang Aribowo
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi dan keterbatasan sumber daya fosil mendorong pengembangan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai solusi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. Salah satu penerapannya yang potensial adalah sistem PATS, terutama di wilayah pedesaan dan pertanian yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja teknis, efisiensi, keekonomian, serta peluang keberlanjutan sistem PATS di Indonesia. Analisis dilakukan melalui pendekatan literatur terhadap hasil studi eksperimental dan simulasi menggunakan berbagai aplikasi seperti PVsyst, HOMER Pro, RETScreen Expert, FAO Solar Water Pumping Design Tool, serta perangkat berbasis produsen seperti Lorentz COMPASS dan Grundfos Solar Design Tool. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi sistem PATS sangat dipengaruhi oleh kondisi iradiasi, spesifikasi komponen, dan kesesuaian desain antara kapasitas PV, inverter, serta pompa. Perbandingan antara hasil simulasi dan pengukuran aktual menunjukkan deviasi rata-rata 5–15%, tergantung pada kondisi lapangan dan tingkat pemeliharaan sistem. Dari sisi keekonomian, sistem PATS terbukti layak secara finansial dengan nilai NPV positif, BCR > 1, dan periode pengembalian modal berkisar antara 4 hingga 7 tahun, tergantung skala dan lokasi proyek. Selain memberikan manfaat ekonomi, penerapan PATS juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan akses air bersih berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa potensi energi surya yang tinggi dan dukungan kebijakan menjadi kekuatan utama, sedangkan tantangan terbesar meliputi biaya awal investasi, ketersediaan komponen, serta keterampilan teknis di daerah terpencil. Secara keseluruhan, sistem PATS di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan baik dari sisi teknis maupun keekonomian untuk mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional.

Page 1 of 2 | Total Record : 15