Transisi menuju sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kestabilan frekuensi, terutama pada microgrid yang terisolasi dan memiliki penetrasi pembangkit berbasis inverter (IBR) yang tinggi. Penelitian ini melakukan analisis komparatif antara Battery Energy Storage System (BESS) dengan kontrol grid-forming dan Synchronous Condenser (SC) dalam konteks stabilisasi frekuensi microgrid pasca gangguan. Hasil studi menunjukkan bahwa BESS unggul dalam kecepatan respons dan fleksibilitas kontrol, memungkinkan penyediaan Fast Frequency Response (FFR) dalam hitungan milidetik. Namun, keterbatasan kapasitas energi, degradasi baterai, dan potensi osilasi kontrol menjadi tantangan utama. Sebaliknya, SC menawarkan respons inersia fisik yang inheren dan kontribusi arus hubung singkat yang tinggi, meningkatkan kekuatan sistem dan keandalan proteksi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dalam konfigurasi hibrida dapat memberikan ketahanan frekuensi yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan berbasis skenario dalam pemilihan teknologi dan mengidentifikasi arah penelitian lanjutan di bidang kontrol hibrida, model degradasi baterai, serta keamanan siber.
Copyrights © 2025