Pendahuluan: Barotrauma adalah cedera akibat perbedaan tekanan antara rongga berisi udara dalam tubuh dan lingkungan luar yang sering menimbulkan keluhan klinis, terutama pada telinga tengah. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko dan memahami patomekanisme barotrauma. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan desain narrative review menggunakan literatur dari database ScienceDirect, SpringerLink, dan PubMed selama 10 tahun terakhir (2016–2024). Artikel yang dianalisis merupakan full-text berbahasa Inggris dengan desain randomized control trial yang relevan dengan topik. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa barotrauma paling sering mengenai telinga tengah dengan prevalensi tinggi pada penyelam. Faktor risiko utama mencakup usia ≥35 tahun, masa kerja panjang, kedalaman dan frekuensi penyelaman, serta riwayat penyakit seperti asma dan paten foramen ovale. Patomekanisme utama adalah gangguan fungsi tuba Eustachius yang menyebabkan ketidakseimbangan tekanan, ruptur pembuluh darah, perdarahan, hingga perforasi membran timpani. Mekanisme ini sejalan dengan hukum Boyle yang menjelaskan perubahan volume gas akibat perubahan tekanan. Kesimpulan: Barotrauma merupakan masalah yang sering dialami penyelam, dengan mekanisme dominan berupa kegagalan ekualisasi tekanan. Identifikasi faktor risiko dan pemahaman patomekanisme sangat penting untuk pencegahan serta penanganan dini.
Copyrights © 2025