Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana strategi push marketing dan pull marketing yang diterapkan oleh PT Marimas Putera Kencana dijalankan pada pasar tradisional, serta bagaimana strategi tersebut dipersepsikan oleh para pedagang sebagai perantara utama dalam distribusi produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 pedagang warung dan toko kelontong di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang sebagai informan utama. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan mempertimbangkan pedagang yang secara aktif menjual produk Marimas dan memiliki pengalaman minimal satu tahun dalam menjajakan produk tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi push marketing Marimas lebih dominan melalui pemberian bonus, display produk, potongan harga grosir, dan dukungan materi promosi kepada pedagang. Namun, strategi pull marketing seperti iklan media sosial, promosi rasa baru, dan brand awareness juga berkontribusi dalam menarik permintaan konsumen. Pedagang menilai bahwa kombinasi kedua strategi tersebut efektif, tetapi strategi push lebih memberikan pengaruh langsung terhadap keputusan mereka untuk menjual dan menonjolkan produk Marimas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan distribusi Marimas di pasar tradisional sangat dipengaruhi oleh hubungan kemitraan dengan pedagang serta keseimbangan antara strategi push dan pull. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan FMCG dalam merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik pasar tradisional.
Copyrights © 2025