Penelitian ini menelaah pengaruh return on assets, current ratio, debt to equity ratio, total assets turn over dan sales growth terhadap financial distress yang diproksikan dengan Interest Coverage Ratio (ICR) dengan fokus khusus pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016–2022. Dengan memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi logistik, studi ini menganalisis data panel dari 14 perusahaan yang terpilih dan pengolahan data dilakukan dengan software SPSS 15. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa debt to equity ratio, total assets turn over, sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan return on assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress dan current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Studi ini memberikan wawasan berharga dalam literatur manajemen keuangan, membimbing praktisi penanam modal dalam mengambil keputasan dan perusahaan dalam untuk mengawasi kinerja keuangan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan atau menggunakan variabel independen yang lain dan sektor perusahaan yang lain dengan harapan dapat memperoleh hasil yang lebih baik
Copyrights © 2025