Penelitian ini menginvestigasi actor-faktor yang memengaruhi niat belanja online konsumen di Indonesia pasca-pandemi COVID-19. Menggunakan kerangka kerja terintegrasi Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), dan Task-Technology Fit (TTF), data dikumpulkan dari 350 responden di wilayah Jabodetabek melalui survei online. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan bahwa model yang diusulkan mampu menjelaskan 70.5% varians dalam niat perilaku belanja online (Behavioral Intention – BI). Hasil pengujian hipotesis mengkonfirmasi bahwa Task-Technology Fit (TTF), Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Subjective Norms (SN), Attitude (ATT), dan Perceived Behavioral Control (PBC) secara signifikan memengaruhi niat belanja online, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara khusus, TTF berpengaruh kuat terhadap PEOU (β=0.809), dan Sikap (ATT) berpengaruh kuat terhadap Niat Perilaku (BI) (β=0.658). Temuan ini menyarankan pentingnya kesesuaian fungsionalitas platform dengan tugas pengguna dan pembentukan sikap positif untuk mendorong keberlanjutan e-commerce.
Copyrights © 2025