Salah satu intervensi rehabilitasi yang terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik adalah Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), yaitu metode terapi yang mendorong penggunaan anggota tubuh yang terkena dengan cara membatasi gerakan anggota tubuh yang sehat. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan CIMT terhadap peningkatan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun yang mengalami hemiparesis sisi kanan akibat stroke non hemoragik. Intervensi CIMT dilakukan selama 10 hari dengan durasi 3 jam per hari. Evaluasi kemampuan motorik dilakukan menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA) bagian ekstremitas atas sebelum dan sesudah intervensi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi selama 10 hari, skor FMA ekstremitas atas meningkat dari 32 menjadi 45, menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam fungsi motorik seperti gerakan bahu, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Pasien juga menunjukkan peningkatan kemampuan melakukan aktivitas fungsional ringan seperti meraih objek dan menggenggam. Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Terapi ini dapat menjadi pilihan intervensi dalam program rehabilitasi pasien pasca stroke untuk mempercepat pemulihan fungsi dan meningkatkan kemandirian.
Copyrights © 2025