cover
Contact Name
Widayanti
Contact Email
athapublishingglobalindo@gmail.com
Phone
+6281775422923
Journal Mail Official
clinergyatha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alamanda Estate Jl. Cluster Jasmine No.215, Kembangan, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Public Health and Clinical Science
ISSN : -     EISSN : 3110388X     DOI : 10.64845/clinergy.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Public Health and Clinical Science is a scientific journal that contains articles on research results, scientific studies, and conceptual thinking in the fields of public health and clinical science. This journal aims to be a scientific publication media that supports the development of evidence-based health science and encourages collaboration between public health and clinical science disciplines in order to improve the health of the community at large. Jurnal Public Health and Clinical Science is published by the independent institution Athallah Publishing with the aim of becoming a forum for discussion and publication of research results by academics, researchers, and practitioners on the topics of Epidemiology and health promotion, Health management and policy, Environmental and occupational health, Public nutrition, Clinical medicine and disease diagnosis, Therapy and management of infectious and non-infectious diseases and Technological innovation in health services.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Foot Massage sebagai Terapi Pendukung untuk Mengurangi Nyeri dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Studi Kasus di Purwodadi Ninda Salma Arianti
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 1 (2025): Clinergi: Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i1.17

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Nyeri akut dan peningkatan tekanan darah sering terjadi bersamaan, sehingga diperlukan penanganan yang efektif dan minim efek samping. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi pijat kaki (foot massage), yang diyakini mampu merelaksasi sistem saraf dan menurunkan tekanan darah. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi foot massage dalam mengurangi nyeri akut dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang pasien hipertensi yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Purwodadi. Intervensi berupa pijat kaki dilakukan selama 15 menit sebanyak dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi nyeri dilakukan menggunakan skala nyeri numerik (NRS), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan alat tensimeter digital. Setelah dilakukan intervensi foot massage, terjadi penurunan signifikan pada intensitas nyeri dari skor 6 menjadi 3 pada hari ketiga. Selain itu, tekanan darah pasien menurun dari 160/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi foot massage terbukti efektif sebagai terapi pendukung dalam mengurangi nyeri akut dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-obat yang aman dan mudah diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Non Hemoragik: Studi Kasus di RS Swasta Temanggung Muhlis Ainur Rahim
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 1 (2025): Clinergi: Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i1.18

Abstract

Salah satu intervensi rehabilitasi yang terbukti efektif dalam meningkatkan fungsi motorik adalah Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), yaitu metode terapi yang mendorong penggunaan anggota tubuh yang terkena dengan cara membatasi gerakan anggota tubuh yang sehat. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan CIMT terhadap peningkatan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 59 tahun yang mengalami hemiparesis sisi kanan akibat stroke non hemoragik. Intervensi CIMT dilakukan selama 10 hari dengan durasi 3 jam per hari. Evaluasi kemampuan motorik dilakukan menggunakan Fugl-Meyer Assessment (FMA) bagian ekstremitas atas sebelum dan sesudah intervensi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi selama 10 hari, skor FMA ekstremitas atas meningkat dari 32 menjadi 45, menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam fungsi motorik seperti gerakan bahu, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Pasien juga menunjukkan peningkatan kemampuan melakukan aktivitas fungsional ringan seperti meraih objek dan menggenggam. Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik ekstremitas atas pada pasien stroke non hemoragik. Terapi ini dapat menjadi pilihan intervensi dalam program rehabilitasi pasien pasca stroke untuk mempercepat pemulihan fungsi dan meningkatkan kemandirian.
Optimalisasi Kinerja Perawat dalam Meningkatkan Mutu Layanan Keperawatan di RSUD Tengku Sulung Laila Nur Hayati
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 1 (2025): Clinergi: Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i1.19

Abstract

Perawat adalah tenaga yang paling sering kontak langsung dengan pasien dan keluarga, sehingga peranannya sangat menentukan mutu serta citra rumah sakit. Pelayanan keperawatan menentukan nilai suatu pelayanan kesehatan sehingga perawat adalah salah satu unsur vital dalam rumah sakit. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap Keperawatan RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang serta membuat alternatif pemecahan masalah dan membuat rencana intervensi (POA) untuk pengoptimalisasian kinerja Perawat tersebut. Metode penelitian digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif menggunakan desain residensi fenomonologi dalam mendapatkan informasi, dan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview). Jumlah Informan ada 3 orang dengan pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian yaitu masalah adalah belum optimalnya pelaksanaan kinerja perawat yang sesuai dengan Standar Prosedur Operasional Rumah Sakit (SPO) sehingga perlu disusun rencana ntervensi untuk mengatasi masalah tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawacara dan observasi belum optimalnya pelaksanaan kinerja perawat yang sesuai dengan Standar Prosedur Operasional Rumah Sakit (SPO) disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah masih kurangnya SDM serta belum dlakukannya evaluasi kinerja perawat secara berkesinambungan.
Penerapan Sistem Manajemen K3 pada Unit Hemodialisis RSUD Kecamatan Mandau: Sebuah Studi Evaluatif Amirul Hakim
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 1 (2025): Clinergi: Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i1.20

Abstract

Angka kunjungan pasien di Unit Hemodialisis RSUD Kecamatan Mandau setiap tahun mengalami peningkatan. Semakin banyak tindakan hemodialisis, semakin meningkat pula risiko petugas terhadap ancaman keselamatan. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi penerapan K3 di Unit Hemodialisis RSUD Kecamatan Mandau. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah dokumen. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Informan penelitian yaitu 7 orang. Hasil penelitian diketahui pimpinan dan manajemen sudah menjalankan K3RS namun pelaksanaan program belum berjalan baik, pelayanan kesehatan kerja, pengelolaan B3, manajemen pencegahan dan pengendalian kebakaran, manajemen kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat bencana, pemantauan evaluasi kinerja K3RS, SPO pelayanan medis dan SPO khusus K3 belum lengkap dan belum berjalan baik. Disimpulkan bahwa penerapan K3 di unit HD RSUD Mandau belum optimal. Diharapkan kepada Instalasi K3 untuk melakukan penambahan SDM dan sarana prasarana, menyusun program kerja, melakukan sosialisasi kerja, penganggaran khusus K3, dan melakukan pengawasan dan evaluasi K3.
Studi Penggunaan Obat Tradisional pada Lansia dengan Hipertensi Derajat 2 di Posyandu Lansia Halim Iswanaji Akbar
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 1 (2025): Clinergi: Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i1.21

Abstract

Hipertensi derajat 2 merupakan faktor risiko penting dalam komplikasi kardiovaskular dan perlu mendapat penanganan yang adekuat. Obat tradisional banyak digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini berfokus untuk menggambarkan penggunaan obat tradisional pada peserta posyandu lansia yang telah terdiagnosis hipertensi derajat 2. Penelitian observasional (survey) dengan desain cross sectional, dilakukan di tiga posyandu di wilayah suatu Puskesmas di kabupaten Bantul provinsi Yogyakarta. Dengan metode concecutive sampling, wawancara dilakukan pada responden yang memenuhi kriteria: peserta posyandu lansia, terdiagnosis hipertensi derajat 2 dan bersedia mengikuti penelitian. Data dianalisis secara deskriptif. Wawancara dilakukan pada 108 pasien, rata-rata usia 67.2 ± 9 (rentang 45-90 tahun). Sebagian besar pasien (86,1%) merespon “Ya” pada pertanyaan “apakah dalam 30 hari terakhir Anda menggunakan obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah?”. Konsumsi Cucumis sativus/mentimun dilaporkan oleh 66,7% pasien (dimakan langsung, diparut atau dibuat jus), dan dianggap paling efektif menurunkan tekanan darah, diikuti oleh Citrullus lanatus/semangka (39,8%) dan beberapa buah/sayur lain. Persentase penggunaan jamu/herbal (buatan sendiri, racikan maupun kemasan) adalah 44,4%. Bahan jamu rumah tangga banyak didapat dari kebun meliputi daun seledri, daun salam, kunyit, temuireng, daun pepaya, daun alpukat. Konsumsi obat tradisional dilakukan dengan durasi rata-rata 5,5 ± 0.8 hari dalam 30 hari terakhir. Sebagian besar pasien mendapatkan informasi tentang obat tradisional tersebut dari kebiasaan setempat yang dipercaya turun menurun. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien hipertensi derajat 2 menggunakan obat tradisional terutama tanaman buah/sayur dan jamu. Tenaga kesehatan perlu menggali riwayat penggunaan dan persepsi pasien mengenai obat tradisional untuk mendukung manajemen hipertensi yang adekuat dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular,
Latihan Intradialitik sebagai Intervensi Adaptif dalam Menurunkan Fatigue pada Pasien Hemodialisis Devy Hapsari Lubis
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i2.116

Abstract

Fatigue merupakan salah satu masalah utama yang sering dialami oleh pasien hemodialisis dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kepatuhan terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intradialytic exercise dan penurunan fatigue pada pasien hemodialisis dalam kerangka Model Adaptasi Roy. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual melalui tinjauan literatur terhadap publikasi nasional dan internasional terkini periode 2022–2025. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa intradialytic exercise, yaitu aktivitas fisik yang dilakukan selama proses hemodialisis, efektif menurunkan tingkat fatigue melalui peningkatan perfusi otot, keseimbangan hormonal, dan fungsi kardiovaskular. Dalam perspektif Model Adaptasi Roy, fatigue dipahami sebagai respons maladaptif terhadap stimulus fisiologis dan psikologis yang berlangsung kronis, sedangkan intradialytic exercise berperan sebagai mekanisme koping adaptif yang mendukung penyesuaian positif pada empat mode adaptasi Roy, yaitu fisiologis, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi. Temuan ini memberikan landasan teoretis bagi pengembangan intervensi keperawatan yang komprehensif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis.
Analisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga dalam Upaya Pencegahan HIV/AIDS di Pekanbaru Jamal Maulana Haris
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i2.117

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius, terutama pada kelompok rentan seperti ibu rumah tangga. Pengetahuan yang memadai tentang HIV/AIDS diyakini berperan penting dalam membentuk sikap pencegahan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu rumah tangga yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan sikap responden terkait pencegahan HIV/AIDS, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga terhadap pencegahan HIV/AIDS. Ibu rumah tangga dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki sikap yang lebih positif terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan berperan penting dalam membentuk sikap preventif. Oleh karena itu, program promosi dan pendidikan kesehatan yang terarah dan berkelanjutan perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan HIV/AIDS pada tingkat keluarga dan masyarakat.
Kelelahan sebagai Determinan Depresi Postpartum pada Ibu Nifas Faqih Abdul Akbar
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i2.118

Abstract

Depresi postpartum merupakan masalah kesehatan mental yang sering terjadi pada ibu nifas dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan ibu, hubungan ibu–bayi, serta perkembangan anak. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam munculnya depresi postpartum adalah kelelahan yang dialami ibu selama masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelelahan sebagai determinan depresi postpartum pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik sampling yang sesuai. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar untuk mengukur tingkat kelelahan dan derajat depresi postpartum, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat depresi postpartum pada ibu nifas. Ibu nifas dengan tingkat kelelahan yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko depresi postpartum yang lebih besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelelahan merupakan faktor determinan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan depresi postpartum. Oleh karena itu, intervensi kesehatan yang berfokus pada pengelolaan kelelahan dan peningkatan dukungan selama masa nifas perlu diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan ibu.
Paritas sebagai Faktor Determinan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perawatan Masa Nifas: Studi Kasus Kota Magelang Sofi Ariyanti
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i2.119

Abstract

Perawatan masa nifas merupakan komponen penting dalam upaya menjaga kesehatan ibu pascapersalinan dan mencegah terjadinya komplikasi. Tingkat pengetahuan ibu memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas perawatan masa nifas yang dilakukan secara mandiri maupun dengan dukungan tenaga kesehatan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi tingkat pengetahuan tersebut adalah paritas, yang berkaitan dengan pengalaman persalinan dan perawatan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paritas sebagai faktor determinan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan masa nifas di Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu nifas yang berada di wilayah Kota Magelang dan dipilih menggunakan teknik sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu mengenai perawatan masa nifas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara paritas dan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara paritas dan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan masa nifas. Ibu dengan paritas lebih tinggi cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan ibu primipara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman melahirkan sebelumnya berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman ibu mengenai perawatan masa nifas.
Status Sosial Ekonomi sebagai Determinan Status Gizi pada Remaja Putri: Studi di SMA Kota Semarang Luluk Isnati Andini
Journal Public Health and Clinical Science Vol. 1 No. 2 (2025): Journal Public Health and Clinical Science
Publisher : Athallah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/clinergy.v1i2.120

Abstract

Status gizi remaja putri merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan reproduksi, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan status gizi adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, yang memengaruhi akses terhadap pangan, layanan kesehatan, dan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan status gizi remaja putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja putri yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Data sosial ekonomi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan pendapatan keluarga, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel sosial ekonomi dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara faktor sosial ekonomi dan status gizi remaja putri. Remaja putri yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki status gizi normal dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi sosial ekonomi berperan penting dalam menentukan status gizi remaja putri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10