Status gizi remaja putri merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan reproduksi, dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan status gizi adalah kondisi sosial ekonomi keluarga, yang memengaruhi akses terhadap pangan, layanan kesehatan, dan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan status gizi remaja putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja putri yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Data sosial ekonomi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan, dan pendapatan keluarga, sedangkan status gizi diukur berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel sosial ekonomi dan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara faktor sosial ekonomi dan status gizi remaja putri. Remaja putri yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki status gizi normal dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi sosial ekonomi berperan penting dalam menentukan status gizi remaja putri.
Copyrights © 2025