Naskah lontar (takepan) Sasak merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai historis, linguistik, dan sastra tinggi. Namun, upaya pelestarian dan digitalisasi naskah tersebut masih menghadapi tantangan, khususnya dalam hal transliterasi, interpretasi, dan penyusunan kamus digital yang dapat diakses secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model informatika berbasis crowdsourcing dengan prinsip wisdom of crowds guna membangun kamus online naskah lontar Sasak. Metode penelitian dilakukan melalui kajian literatur mengenai sistem crowdsourcing, konsep wisdom of crowds, serta pendekatan informatika dalam pengelolaan data bahasa dan naskah digital. Model yang diusulkan mengintegrasikan partisipasi masyarakat, pakar bahasa, serta teknologi komputasi dalam sebuah kerangka sistem yang memungkinkan kolaborasi terbuka, validasi berlapis, dan pengelolaan kontribusi secara terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan crowdsourcing mampu mempercepat proses pengumpulan data kosakata dan memperkaya kamus digital melalui kontribusi kolektif, sementara prinsip wisdom of crowds menjamin akurasi melalui mekanisme verifikasi sosial. Dengan demikian, model ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian bahasa dan sastra Sasak, tetapi juga memperlihatkan peran signifikan informatika dalam mendukung pengelolaan dan diseminasi pengetahuan budaya secara digital.
Copyrights © 2025