Biomassa merupakan akumulasi bahan organik hasil fotosintesis yang tersimpan dalam jaringan tumbuhan, sehingga dapat dijadikan indikator produktivitas ekosistem maupun sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biomassa pada tegakan alpukat (Persea americana) dan kopi (Coffea sp.) serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada lahan agroforestri seluas 2.229 m² yang didominasi tanaman kopi. Pengambilan sampel biomassa dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 5 ulangan, terdiri atas 3 ulangan menggunakan plot berukuran 1 m² dan 2 ulangan berukuran 2 m². Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi biomassa antar plot. Nilai biomassa tertinggi terdapat pada Plot 5 sebesar 857,8 gram, terutama disumbang oleh nekromas kopi sebesar 786 gram. Sementara itu, biomassa terendah terdapat pada Plot 2 sebesar 33,7 gram yang hanya terdiri atas seresah daun alpukat dan kopi serta ranting kopi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh luas plot, jenis tegakan, kerapatan tajuk, umur tanaman, dan keberadaan nekromas. Secara umum, tegakan kopi memiliki potensi lebih besar dibandingkan tegakan alpukat dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem agroforestri.
Copyrights © 2025