Maggot merupakan larva dari Black Soldier Fly (BSF) yang dapat dimanfaatkan sebagai dekomposer limbah organik terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial serta merumuskan strategi pengembangan usaha maggot dan pupuk organik di CV Pega Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis data meliputi analisis kelayakan finansial, analisis switching value, analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil perhitungan menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 14.302.714.Net B/C sebesar 1,11, IRR sebesar 9,57%, dan PP selama 4 tahun 1 bulan 14 hari. Hasil analisis switching value menunjukkan batas penurunan harga maggot kering sebesar 19,48%, penurunan jumlah produksi pupuk organik cair (POC), serta kenaikan harga sewa lahan sebesar 96,95%. Berdasarkan analisis SWOT, diperoleh nilai IFAS sebesar 2,56 dan nilai EFAS sebesar 2,59. Diagram SWOT menunjukkan bahwa CV Pega Indonesia berada pada kuadran I dengan koordinat (0,14; 1,29). Berdasarkan matriks IE, CV Pega Indonesia berada pada posisi pertumbuhan dan stabilitas. Alternatif strategi pengembangan usaha maggot dan pupuk organik di CV Pega Indonesia adalah strategi S-O. Strategi terbaik berdasarkan analisis QSPM diperoleh dengan nilai TAS sebesar 6,23. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha maggot dan pupuk organik di CV Pega Indonesia layak untuk terus dikembangkan. Strategi yang sesuai untuk pengembangan usaha adalah meningkatkan hubungan kerja sama dengan lembaga dan komunitas maggot serta memanfaatkan hubungan baik dengan pemerintah untuk menjaga pasar.
Copyrights © 2025