Jeruk siam adalah salah satu tanaman tahunan hortikultura yang produksinya sangat tergantung pada musim atau iklim. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial budidaya jeruk siam dan kerentanan (sensitivitas) terhadap fluktuasi input dan output. Penelitian ini dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder. Pendekatan sensus digunakan untuk menentukan responden. Semua populasi petani jeruk siam digunakan sebagai responden yaitu sebanyak 20 orang anggota kelompok tani. Penelitian ini mengasumsikan setiap lahan pertanian memiliki luas lahan 1 hektar dan 200 pohon per hektar. Secara finansial usahatani jeruk siam di Desa Kaliukan Kecamatan Astambul layak untuk dijalankan karena diperoleh hasil, NPV >0 sebesar Rp25.010.172, nilai Net B/C sebesar 1,30, IRR 20,16%. Tujuan dari analisis sensitivitas adalah untuk mengetahui apakah usahatani jeruk siam layak untuk dijalankan jika terjadi perubahan akibat ketidakpastian dalam menjalankan usahatani. Berdasarkan analisa, jeruk siam dengan tingkat suku bunga 12% usahatani jeruk siam masih layak diusahakan apabila terjadi kenaikan biaya 10% atau penurunan 10%, tetapi tidak layak dijalankan jika terjadi kenaikan biaya 20% atau manfaat 20%. Saran untuk petani jeruk siam diharapkan dapat melakukan upaya pengembangan seperti penerapan inovasi baru teknik budidaya jeruk siam yang mampu meningkatkan produksi jeruk siam ataupun melalukan peningkatan pemasaran dan nilai tambah misalnya dengan membuat jeruk siam menjadi produk olahan atau promosi yang lebih baik.
Copyrights © 2024