Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pengelolaan modal kerja pada Unit Usaha Kopi Argopuro, yang dikelola oleh BUMDesma Delapan Pilar Tanggul. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kebutuhan modal kerja mencapai Rp 75.994.461. Jumlah tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan modal kerja yang tepat dan pengelolaan arus kas yang konsisten. Efisiensi pengelolaan modal kerja berperan dalam menjaga kelangsungan usaha sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit Usaha Kopi Argopuro telah menerapkan prinsip efisiensi finansial, yaitu melalui pengaturan persediaan, pengendalian piutang, dan penguatan likuiditas. Meski demikian, efisiensi belum maksimal karena masih ditemukan kendala pada sistem pencatatan keuangan dan pengelolaan stok. Oleh karena itu, digitalisasi sistem dan kerja sama dengan saluran distribusi modern menjadi solusi penting. Pengelolaan modal kerja yang efisien menjadi kunci bagi usaha desa seperti Kopi Argopuro untuk tetap adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Copyrights © 2025