Industri roti menghadapi persaingan ketat, sehingga perusahaan seperti Roti Armanda di Jember harus meningkatkan dan menjaga kualitas produk demi kepuasan pelanggan dan daya saing. Roti Armanda sendiri menghadapi berbagai masalah kualitas, seperti warna yang kurang menarik, gosong, bentuk tidak sesuai, dan isian keluar, yang semuanya menyebabkan produk tidak memenuhi standar dan harapan konsumen. Riset ini menganalisis pentingnya penerapan sistem pengendalian kualitas (Quality Control) dalam produksi roti di Roti Armanda. Tujuannya adalah mengurangi produk cacat seperti roti gosong, retak, warna tidak merata, dan isian yang keluar, yang berdampak pada kualitas dan efisiensi produksi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif (observasi, wawancara, dan dokumentasi) serta alat Quality Control seperti check sheet, histogram, diagram Pareto, dan control chart, penelitian ini menemukan bahwa rata-rata kerusakan produk di Roti Armanda sebesar 2,17% masih terkendali. Namun, perbaikan diperlukan pada suhu pemanggangan, proses proofing, dan pengemasan. Faktor utama penyebab kerusakan berasal dari sumber daya manusia, metode kerja, dan mesin produksi. Riset ini menyimpulkan bahwa Quality Control yang ketat dan berbasis data dapat menekan tingkat kerusakan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kepuasan konsumen. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan penerapan SOP yang konsisten dan pelatihan karyawan berkala untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Copyrights © 2025