Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pelebaran bottom auto rejection terhadap volatilitas dan likuiditas saham pada indeks LQ45 dan Pefindo25. Kebijakan pelebaran diukur melalui variabel dummy yang membedakan periode sebelum dan sesudah penerapan. Volatilitas dihitung menggunakan standar deviasi return, sedangkan likuiditas diukur dengan quoted spread, realized spread, dan asymmetric information. Variabel kontrol yang digunakan adalah log volume perdagangan saham. Analisis dilakukan melalui regresi linier berganda dengan sampel yang ditentukan melalui purposive sampling. Sebelum regresi, dilakukan uji beda berpasangan dengan Paired Sample T-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelebaran bottom auto rejection menurunkan volatilitas return saham LQ45 namun meningkatkan volatilitas pada saham Pefindo25. Selain itu, kebijakan ini berpengaruh positif terhadap likuiditas saham LQ45, sementara tidak berpengaruh terhadap likuiditas saham Pefindo25. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelebaran bottom auto rejection secara umum dapat meningkatkan volatilitas dan likuiditas perdagangan saham. Tidak adanya pengaruh terhadap likuiditas Pefindo25 kemungkinan disebabkan oleh faktor lain di luar variabel penelitian ini.
Copyrights © 2025