Abstrak: Permasalahan utama petani kopi di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember adalah keterbatasan teknologi pengolahan limbah kulit kopi, manajemen usaha, dan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok tani, BUMDes, karang taruna, dan ibu-ibu PKK melalui pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi arang aktif ramah lingkungan serta mendorong komersialisasinya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi tong pirolisis kapasitas 15 kg, pendampingan, serta evaluasi dengan pre-test, post-test, dan monitoring produksi kepada 25 peserta. Hasil kegiatan secara keseluruhan menunjukkan, tingkat ketercapaian program dalam aspek peningkatan produksi 85%, aspek manajemen usaha 80%, aspek pemasaran sebesar 90%, dan aspek penataan organisasi kelompok 85%. Rata-rata ketercapaian program mencapai ±85%, yang menunjukkan keberhasilan pengabdian dalam mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan manajemen. Selain itu BUMDes menyatakan komitmennya dalam pengemasan dan pemasaran produk secara offline maupun online. Ke depan, arang aktif Desa Pace diharapkan menjadi produk unggulan desa yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kemandirian desa.Abstract: The main problems faced by coffee farmers in Pace Village, Silo District, Jember are limited technology for processing coffee husk waste, weak business management, and inadequate product marketing. This community service aimed to empower farmer groups, the Village-Owned Enterprise (BUMDes), youth organizations, and women’s groups through the utilization of coffee husk waste into eco-friendly activated charcoal and to promote its commercialization. The methods included socialization, training, implementation of a 15-kg capacity pyrolysis drum, mentoring, and evaluation using pre-test, post-test, and production monitoring with 25 participants. The results showed achievement levels of 85% in production improvement, 80% in business management, 90% in marketing, and 85% in organizational strengthening, with an average program achievement of ±85%. These outcomes demonstrate the success of integrating knowledge, skills, technology, and management. Moreover, BUMDes committed to supporting packaging and marketing both offline and online. In the future, activated charcoal from Pace Village is expected to become a flagship product that increases community income and supports village self-reliance.
Copyrights © 2025