Abstrak: Penggunaan teknologi dalam pertanian terus berkembang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Aroma Arabika adalah keterbatasan dalam memantau kondisi tanaman kopi secara efisien di lahan yang luas. Tujuan pengabdian ini adalah mengenalkan dan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dengan drone untuk pemantauan tanaman kopi, meningkatkan keterampilan (hardskill) mitra dalam pengoperasian drone dan sistem AI serta softskill dalam pengelolaan data, analisis informasi, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Kopi Jenetallasa yang beranggotakan 23 orang dan berdomisili di Desa Jenetallasa, Kabupaten Jeneponto, melalui beberapa tahapan: sosialisasi program, pelatihan penggunaan drone dan sistem AI, implementasi teknologi di lapangan, pendampingan intensif, evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis SWOT dan analisis GAP. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota kelompok, yaitu 78% peningkatan softskill dan hardskill, serta peningkatan efisiensi pemantauan lahan yang berdampak pada kenaikan nilai ekonomis hingga 35%. Program ini mendorong petani untuk lebih adaptif terhadap teknologi dan membuka peluang pengembangan pertanian berbasis digital.Abstract: The use of technology in agriculture continues to evolve to increase productivity and efficiency. One of the challenges faced by the Aroma Arabica Farmers Group is the limited ability to efficiently monitor coffee crop conditions across large areas. The purpose of this community service is to introduce and implement Artificial Intelligence (AI) technology integrated with drones for coffee crop monitoring, while simultaneously improving partners' hard skills in operating drones and AI systems, as well as soft skills in data management, information analysis, and technology-based decision-making. This activity was carried out with the Jenetallasa Coffee Farmers Group, which has 23 members and is domiciled in Jenetallasa Village, Jeneponto Regency, through several stages: program socialization, training on drone and AI system use, technology implementation in the field, intensive mentoring, evaluation, and preparation of a program sustainability plan. The evaluation was conducted through questionnaires and observations with a qualitative approach using SWOT analysis and GAP analysis. The results showed an increase in group members' skills, namely a 78% increase in soft skills and hard skills, as well as an increase in land monitoring efficiency that has an impact on increasing economic value of up to 35%. This program encourages farmers to be more adaptive to technology and opens up opportunities for digital-based agricultural development.
Copyrights © 2025