Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai kesejahteraan dan stabilitas suatu negara. Dua pendekatan teori yang paling dominan dalam menjelaskan dinamika pertumbuhan ekonomi adalah Teori Klasik dan Teori Keynesian. Teori Klasik menekankan pentingnya pasar bebas, akumulasi modal, dan tabungan sebagai penggerak pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, Teori Keynesian memfokuskan pada peran permintaan agregat dan intervensi kebijakan fiskal untuk menstimulasi ekonomi dalam jangka pendek, khususnya dalam situasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi dan penerapan kedua teori tersebut dalam konteks ekonomi kontemporer, dengan pendekatan studi pustaka terhadap jurnal-jurnal ilmiah internasional terbitan tahun 2021–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa teori klasik masih relevan dalam membentuk kerangka pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, sedangkan pendekatan Keynesian terbukti efektif dalam merespons guncangan ekonomi seperti pandemi COVID-19. Temuan juga menunjukkan bahwa banyak negara saat ini mengadopsi sintesis dari kedua pendekatan untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang fleksibel dan adaptif. Pemahaman komprehensif terhadap kedua teori tersebut menjadi landasan penting dalam merancang strategi pembangunan ekonomi yang responsif terhadap dinamika global
Copyrights © 2025