Ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam tidak semata-mata merupakan hasil observasi empirik manusia, tetapi memiliki dimensi teologis yang bersumber dari wahyu Ilahi dan keteraturan alam semesta. Al-Qur’an memperkenalkan dua jenis ayat sebagai sumber ilmu, yaitu ayat Qur’aniyah (ayat-ayat tertulis dalam Al-Qur’an) dan ayat Qauniyah (ayat-ayat yang tersirat dalam fenomena alam). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan Tuhan dan alam sebagai sumber ilmu pengetahuan dalam Islam melalui pendekatan integratif antara ayat Qur’aniyah dan Qauniyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai teknik utama, mencakup tafsir Al-Qur’an, literatur keislaman klasik dan kontemporer, serta kajian filsafat ilmu Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam, Tuhan adalah sumber mutlak segala ilmu, sementara alam berperan sebagai media empiris yang mencerminkan keagungan dan keteraturan ciptaan-Nya. Hubungan keduanya menunjukkan bahwa pengembangan ilmu tidak dapat dipisahkan dari dimensi spiritual dan nilai-nilai ilahiah. Kesimpulannya, integrasi antara ayat Qur’aniyah dan Qauniyah memberikan dasar epistemologis bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik, transendental, dan bertanggung jawab secara etis.
Copyrights © 2025