Penelitian ini termasuk penelitian quasy-eksperiment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1)seberapa besar kemampuan prosedural fisika peserta didik yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI dan yang diajar secara konvensional dan (2)apakah terdapat perbedaan kemampuan prosedural dalam fisika antara yang diajar secara konvensional dan yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI. Populasi penelitian adalah dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI IPA SMAN 4 Parepare tahun ajaran 2015/2016 dengan sampel dua kelas,yaitu XI IPA3 yang terdiri dari 25 orang dan XI IPA4 25 orang. Pemilihan sampel secara proporsional, dilakukan agar tidak mengganggu proses pembelajaran. Hasil penelitian memperlihatkan rata-rata skor eksperimen sebesar 47,48 dengan standar deviasi 10,12 dan kelas kontrol sebesar 32,52 dengan standar deviasi 10,50. Analisis inferensial berupa pengujian hipotesis dengan uji perbedaan dua rata-rata taraf nyata α = 0,05, menunjukan adanya perbedaan kemampuan prosedural dalam fisika antara kelas yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI dan yang diajar secara konvensional pada taraf signifikan memiliki perbedaan yang signifikan antara kelas yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI dan yang diajar secara konvensional nyata α = 0,05 dengan perpaduan antara analisis deskriptif dan inferensial, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih efisien digunakan dalam proses pembelajaran fisika pada tingkat SMA.
Copyrights © 0000