Jurnal Linguistik Terapan
JLT Volume 5 No 2, 2015

Verba emosi bahasa Rote dialek dengka: suatu tinjauan MSA

Mirsa Umiyati (Universitas Warmadewa)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2015

Abstract

Tulisan ini dilandasi oleh teori Metabahasa Semantik Alami yang digagas oleh Anna Wierzbicka (1996). Teori ini dupakai untuk membedah leksikon bahasa rote dialek dengka (selanjutnya disebut BRDD). Leksikon BRDD yang terwakili oleh leksikon lasa ‘merasa’ dipandang mampu mewakili ungkapan perasaan seseorang dalam memikirkan peristiwa baik yang memiliki acuan yang baik maupun peristiwa yang memiliki acuan yang buruk. Verba yang mewakili peristiwa yang baik diwakili oleh verba umuho’o ‘senang’, koa ‘bangga’, hi ‘suka’ dan sue ‘senang/cinta’. Sedangkan verba yang mewakili peristiwa yang memiliki acuan yang buruk diwakili oleh verba na’amuti ‘benci’, lala mala ‘sakit hati’, sususa’ ‘sedih’, luli ‘marah’, nggahisa ‘tidak sengaja’, fokur ‘kaget’, mae ‘malu’, nggengger ‘terkejut’, masaloe ‘gelisah’, lalamela ‘sakit hati’, na’atu ‘gusar’.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jlt

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Linguistik Terapan (JLT) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November yang berisi artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian dalam bidang pengajaran bahasa, pembelajaran bahasa, pemerolehan bahasa, sosiolinguistik, psikolinguistik, penerjemahan, analisis wacana, pragmatik, ...