Accomodation-Work Barge (AWB) merupakan jenis kapal tongkang tanpa sistem propulsi yang berfungsi sebagai tempat akomodasi bagi pekerja di sektor migas dan industri kemaritiman. Untuk menunjang sistem tambat, pemilik kapal melakukan modifikasi dengan mengubah tangki air tawar menjadi ruang mooring dan anchor winch. Alih fungsi ini menyebabkan terjadinya perubahan pola pembebanan pada struktur double bottom. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur double bottom sebelum dan sesudah modifikasi pada tiga kondisi pembebanan, yaitu air tenang, sagging, dan hogging. Beban yang dianalisis meliputi muatan fresh water pada kondisi awal serta beban mooring dan anchor winch pada kondisi setelah modifikasi. Hasil analisis menggunakan pendekatan metode elemen hingga menunjukkan bahwa tegangan maksimum terjadi saat kondisi hogging sebesar 162,19 MPa sebelum modifikasi dan meningkat menjadi 184,66 MPa setelah modifikasi. Evaluasi faktor keamanan pada frame 20–25 di bawah ruang mooring mengalami penurunan, baik kriteria bahan maupun tegangan ijin BKI. Nilai Safety Factor minimum setelah modifikasi adalah 1,02 saat hogging. Hasil ini menunjukkan bahwa modifikasi ruang tangki berpengaruh signifikan terhadap penurunan kekuatan struktur double bottom.
Copyrights © 2025