Peningkatan aktivitas operasional kapal penyeberangan dan kendaraan bermotor di Pelabuhan Kolaka, yang merupakan hub transportasi penting di Sulawesi Tenggara, berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas buang, yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini mengestimasi beban emisi dari aktivitas kapal penyeberangan serta bongkar muat kendaraan bermotor di Pelabuhan Kolaka pada tahun 2023. Estimasi dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder, yang mencakup karakteristik kapal, konsumsi bahan bakar, dan aktivitas kendaraan, serta penerapan faktor emisi untuk menghitung beban emisi. Polutan utama yang diamati meliputi nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), partikel halus (PM10), sulfur oksida (SOx), dan senyawa organik volatil non-metana (NMVOC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kapal mendominasi emisi, dengan NOx sebagai kontributor tertinggi sebesar 224,78 ton/tahun, diikuti oleh CO (39,91 ton/tahun) dan PM10 (21,56 ton/tahun). Emisi NMVOC dan SOx masing-masing tercatat sebesar 14,03 ton/tahun dan 5,38 ton/tahun. Sementara itu, aktivitas kendaraan bermotor selama proses bongkar muat menambah emisi dalam jumlah yang lebih kecil, terutama CO (509,88 kg/tahun) dan NOx (183,72 kg/tahun).
Copyrights © 2025