Permasalahan sampah di pasar tradisional masih menjadi isu utama dalam pengelolaan lingkungan, termasuk di Pasar Poh Gading, Denpasar Utara, Bali. Sampah dari aktivitas perdagangan sering kali tidak terpilah dengan baik, menyebabkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kenyamanan pasar. Program pengabdian ini mengoptimalkan pemilahan sampah dengan meningkatkan kesadaran pedagang dan pengunjung melalui edukasi, penyediaan fasilitas pemilahan, serta pendekatan berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi interaktif, pemasangan media informasi seperti poster dan selebaran edukatif, serta penyediaan tempat sampah terpilah di berbagai titik strategis. Selain itu, kerja sama dengan pengelola pasar dan TPS 3R dilakukan guna memastikan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, perubahan perilaku pedagang yang lebih proaktif, serta lingkungan pasar yang lebih bersih. Program ini juga mendapat dukungan dari pengelola pasar dan pemerintah setempat. Dengan pendekatan edukatif dan fasilitas yang memadai, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di pasar tradisional lainnya, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mendukung kebijakan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan
Copyrights © 2025