Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan senam kebugaran jasmani di tingkat sekolah dasar, dengan fokus pada aspek frekuensi pelaksanaan, durasi latihan, metode pembelajaran yang digunakan, serta pengaruhnya terhadap perkembangan motorik kasar siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik observasi langsung saat pelaksanaan senam, wawancara dengan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan sebagai sumber data. Subjek dalam penelitian ini adalah 18 siswa kelas 4 di MIS Tarbiyah Islamiyah Al-Musthafawiyah. Temuan menunjukkan bahwa senam kebugaran dilaksanakan satu kali setiap minggu dengan durasi sekitar 20 menit. Pengajaran dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan kreatif, yang terbukti mampu meningkatkan semangat dan keterlibatan siswa dalam kegiatan. Meskipun demikian, keterbatasan dalam hal frekuensi dan waktu pelaksanaan dinilai kurang optimal dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar secara maksimal. Beberapa hambatan yang ditemukan antara lain adalah waktu pelajaran yang terbatas serta kurangnya variasi dalam gerakan senam yang diajarkan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi latihan, penggunaan metode pengajaran yang lebih inovatif, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung sangat diperlukan agar kegiatan senam dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan keterampilan motorik kasar siswa serta menumbuhkan semangat mereka dalam aktivitas fisik
Copyrights © 2025