Keterbatasan ketersediaan pakan hijauan pada musim kemarau menjadi tantangan utama bagi peternak kambing di Desa Persiapan Sambigan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo (Gap). Program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola pakan ternak dengan teknologi fermentasi silase yang dilengkapi sensor berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi suhu dan kelembapan (purpose). Kegiatan berlangsung selama 30 hari dan melibatkan 30 petani, masing-masing memelihara minimal 15 ekor kambing. Tahapan pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, praktik pembuatan silase, pemasangan sensor IoT, serta pendampingan dan evaluasi (method). Hasil pemantauan menunjukkan suhu rata-rata sekitar 26 °C dan kelembapan 88–90%, kondisi yang mendukung proses fermentasi optimal. Silase yang dihasilkan memiliki aroma asam segar, warna hijau kekuningan, tekstur lembut, dan disukai oleh ternak (result). Program ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menyediakan pakan selama musim kemarau serta mendorong penggunaan teknologi tepat guna. Penerapan silase dengan pemantauan IoT terbukti efektif dan memiliki potensi untuk diperluas ke wilayah lain yang menghadapi masalah serupa (conclusion).
Copyrights © 2025