Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari energi terbarukan, dibuat dari biomassa berpati, termasuk ubi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana jenis asam mempengaruhi proses hidrolisis terhadap sifat bioetanol yang dihasilkan dari ubi gadung. Produksi bioetanol terdiri dari tahap persiapan, hidrolisis asam dengan H2SO4, HNO3, dan HCl dalam konsentrasi 1 M, fermentasi dengan ragi tape, destilasi, dan dehidrasi dengan zeolit alam. Karakteristik bioetanol yang dianalisis termasuk kadar etanol, densitas, viskositas, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam hidrolisis yang berbeda memengaruhi sifat bioetanol yang dihasilkan. Dengan hidrolisis asam H2SO4, bioetanol memiliki karakteristik terbaik dibandingkan HNO3 dan HCl. Ini ditunjukkan oleh kadar etanol tertinggi sebesar 43%, densitas terendah sebesar 0,9363 g/ml, nilai kalor tertinggi sebesar 1577 kkal/kg, dan viskositas tertinggi sebesar 1,973 cSt. Namun, untuk meningkatkan kualitas produk, proses harus dioptimalkan lebih lanjut.
Copyrights © 2025