Penurunan motivasi kerja dapat berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kepuasan dan kepercayaan pasien. Seperti, kurangnya pengakuan atas kinerja yang baik atau tidak adanya kesempatan untuk pengembangan diri dapat mengakibatkan penurunan semangat kerja. Akibatnya, tenaga kesehatan mungkin menunjukkan penurunan dalam hal kualitas, kuantitas, efektivitas, dan ketepatan waktu dalam pekerjaan mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan non-PNS. Penelitian ini termasuk dalam dalam jenis deskriptif kuantitatif menggunakan cross sectional study. Selain kuisioner, penelitian ini menggunakan data primer untuk pengumpulan data, sampel penelitian terdiri dari 86 responden, yang diambil melalui teknik purposive sampling. Menurut hasil penelitian ini, variabel motivasi kerja berdasarkan indikator prestasi sebagian besar berada dalam kategori sedang 54,7%, Indikator pengakuan kategori sedang 80,2%, indikator pekerjaan kategori sedang 46,5% dan indikator tanggung jawab kategori sedang 65,1%, serta dengan indikator pengembangan diri kategori sedang 64,7%. Pada kinerja menunjukkan indikator kualitas sebagian besar berada dalam kategori sedang 61,6%, Indikator kuantitas kateori rendah 70,9%, indikator ketepatan waktu kategori rendah 43,0% serta dengan indikator efektivitas sebagian besar kategori sedang sebanyak 68,6%. Diharapkan bagi rumah sakit perlu mengembangkan beberapa indikator motivasi kerja untuk peningkatan kinerja tenaga kesehatan non PNS dan untuk pengoptimalan pelayanan rumah sakit yang lebih baik lagi.
Copyrights © 2025