Penggunaan kontrasepsi merupakan upaya penting dalam pengendalian kelahiran yang mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat. Namun, di berbagai wilayah Indonesia, tingkat partisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal (pengetahuan dan sikap) dan faktor eksternal (dukungan tenaga kesehatan) terhadap penggunaan kontrasepsi. Penelitian dilakukan secara cross sectional di UPTD Puskesmas Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi pada JanuariāJuni 2023 dengan jumlah responden sebanyak 68 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,01) dan sikap (p=0,004) dengan penggunaan kontrasepsi. Namun, dukungan tenaga kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,025). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap yang positif terhadap kontrasepsi sangat penting dalam mendorong keberhasilan program KB. Oleh karena itu, strategi peningkatan edukasi berbasis komunitas dan komunikasi interpersonal yang efektif sangat dibutuhkan guna memperkuat partisipasi wanita usia subur dalam program KB.
Copyrights © 2025