cover
Contact Name
Ristiani
Contact Email
ferdi@bbg.ac.id
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
ferdi@bbg.ac.id
Editorial Address
Jl. Bunga Ncole Raya Komp.Medan Permai No.100, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20136, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20136
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30479584     DOI : 10.62710
Core Subject : Health,
JKKN: Jurnal Kebidanan & Kesehatan Nusantara adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Prodi Kebidanan Langsa Poltekkes Kemenkes Aceh dengan nomor ISSN (Online): , ISSN (Print) : . Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). FJK memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian (original research), tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kebidanan. JKKN menerima manuskrip dari hasil penelitian bidang keilmuan kebidanan, yang meliputi: kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, masa remaja, Keluarga Berencana (KB), klimakterium, komunitas kebidanan, pendidikan kebidanan dan terapi komplementer dalam kebidanan.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
PERLINDUNGAN HAK INDIVIDU DAN TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PEMENUHAN HAK ATAS KESEHATAN JIWA DIHUBUNGKAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA Mau’izzatun Jannah; Diana Lestari; Ambia Nurdin; Endang Sihaloho
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z3ysy546

Abstract

Situasi global yang mengkhawatirkan akibat kehadiran pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai permasalahan bagi umat manusia terkait kondisi kesehatan, salah satunya adalah krisis kesehatan jiwa. Pemenuhan kesehatan jiwa sebagai bagian dari hak asasi manusia adalah konsekuensi logis diratifikasinya Konvensi Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya oleh Indonesia. Negara sebagai pemangku kewajiban diwajibkan untuk memenuhi, melindungi, dan menghormati setiap hak asasi yang ada, termasuk hak asasi kesehatan. Tujuan analisis adalah untuk menelaah bagaimana pengaturan hak asasi atas kesehatan serta kaitannya dengan hak atas kesehatan jiwa serta bagaimana tanggung jawab negara melalui implementasi pemenuhan hak kesehatan jiwa. Tipologi analisis riset yang diaplikasikan adalah penelitian hukum doktrinal. Hasil penelitian didapati bahwa hak sehat jiwa merupakan bagian integral dari hak atas kesehatan dengan pertanggungjawaban utama akan pemenuhannya merupakan kewajiban negara menurut ius constitutum serta didapati terdapat beberapa bentuk upaya konkret yang dilakukan oleh Negara dalam rangka pemenuhan hak asasi tersebut. Beberapa implementasi tersebut tetap memerlukan upaya peningkatan dan pemerataan fasilitas oleh negara demi terpenuhinya hak kesehatan jiwa secara maksimal.
AKIBAT HUKUM MALPRAKTIK YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA MEDIS Khesya Nayla Puspita Sari Ponda; Ambia Nurdin; Diana Lestari; Khairuman Khairuman
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4jw7r879

Abstract

Malpraktik merupakan suatu tindakan kelalaian atau suatu tindakan dengan standar operasional prosedur yang benar tetapi mengakibatkan kerugian pada konsumen dalam ini adalah pasien dan ini dapat mengancam kesehatan dan keselamatan pasien. Malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis tentunya sangat merugikan pihak-pihak yang membutuhkan penanganan medis dan sangat mempengaruhi kaulitas rumah sakit yang tentunya merupakan central dari segala tindakan medis. Berdasarkan hal ini, penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengaturan hukum bagi tenaga medis yang melakukan malpraktik dan bagaimana sanksi pidannya. Untuk menjawab permasalahan ini digunakan metode penelitian normatif dengan melakukan pendekatan perundang-undangan yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pendekatan konseptual untuk mengkaji bahan-bahan kepustakaan dalam bentuk teori-teori dan para pendapat pakar hukum. Pengaturan hukum bagi tindakan malpraktik oleh tenaga medis diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan yang memberikan dasar-dasar pedoman seputar tindakan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga medis. Adapun peraturan tersebut ditemukan dalam undang-undang kedokteran dan undang-undang kesehatan dimana memberikan suatu kepastian hukum bagi yang dirugikan. Hal ini merupakan ciri dari hukum itu sendiri dalam menegakkan keadilan. Perbuatan malpraktik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sudah diatur hukumnya dalam peraturan perundang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran yang berlaku. Selain itu terdapat sanksi terhadap perbuatan tindakan tenaga medis yang melakukan malpraktik, antara lain yaitu sanksi pidana, sanksi perdata, sanksi administrasi dan sanksi moral.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DOKTER DALAM PELAYANAN MEDIS DI ACEH Intan Safitri; Diana Lestari; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Ambia Nurdin
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/veehqm10

Abstract

Dokter dalam menjalankan tugasnya memiliki risiko hukum yang tinggi, terutama dalam kasus malpraktik. Di Aceh, dengan kekhususan syariat Islam, terdapat pertanyaan mengenai bagaimana perlindungan hukum terhadap dokter dalam pelayanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap dokter dalam pelayanan medis di Aceh dengan melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik nasional maupun lokal, serta praktiknya di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter di Aceh dilindungi oleh hukum nasional, seperti Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Undang-Undang Kesehatan. Di samping itu, terdapat pula peraturan daerah yang mengatur tentang kesehatan, termasuk di dalamnya perlindungan hukum terhadap dokter. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat beberapa kendala dalam penerapan perlindungan hukum terhadap dokter di Aceh, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum kesehatan dan stigma negatif terhadap dokter. Penelitian ini merekomendasikan beberapa solusi untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap dokter di Aceh, seperti peningkatan edukasi kepada masyarakat tentang hukum kesehatan, penguatan peran Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), dan penyempurnaan peraturan daerah tentang kesehatan.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN RAWAT INAP SEBAGAI KONSUMEN JASA PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Mirna Mirna; Diana Lestari; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu; Ambia Nurdin; Ristiani Ristiani
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sa42sw95

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana  kewajiban, hak dan tanggung jawab rumah sakit  terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen jasa pelayanan kesehatan dan untuk mengetahui  bagaimana  perlindungan hukum terhadap hak pasien rawat inap sebagai konsumen jasa pelayanan kesehatan. Dengan metode penelitian yuridis  normatif, kesimpulan yang didapat: 1. Hak  Rumah  sakit  yaitu  segala  sesuatu yang  menjadi  kepentingan  Rumah  Sakit   dan dilindungi  oleh   hukum,   sedangkan   kewajiban Rumah    Sakit adalah memberikan  pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi, dan  efektif  dengan  mengutamakan kepentingan Pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit sedangkan   tanggung jawab  Rumah  Sakit adalah  untuk melaksanakan kewajiban demi memenuhi  apa  yang  menjadi  hak  orang  lain. 2. Setiap orang  berhak  menerima  atau  memperoleh sebagian  atau  seluruh  tindakan  pertolongan yang akan  diberikan  kepadanya  setelah  menerima  dan memahami  informasi  mengenai  tindakan  tersebut secara lengkap. Hak lain yang dimiliki pasien atau masyarakat  adalah  menuntut  ganti  rugi  terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara    kesehatan    yang    menimbulkan kerugian  akibat  kesalahan  atau  kelalaian  dalam pelayanan  kesehatan  yang  diterimanya.  Tuntutan ganti  rugi  merupakan  perlindungan  hukum  yang diberikan   undang-undang   kepada   pasien   yang merasa  dirugikan  akibat  tidak  terpenuhi  haknya sebagai seorang pasien di rumah sakit.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN NYERI PINGGANG Endang Sihaloho; Selvia Yolanda Dalimunthe; Mery Krista Simamora; Ristiani Ristiani
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/sxzkjc50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III dengan nyeri pinggang. Penelitian dilaksanakan di PMB Dina, mulai tanggal 24 Desember 2023 sampai denan 14 Februari 2024. Sampel Penelitian ini yaitu Ny. L umur 28 tahun. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara dan studi dokumentasi dalam bentuk Asuhan Kebidanan dan SOAP pada ibu hamil. Hasil menunjukkan bahwa ibu mengeluh nyeri punggung bagian bawah tiga hari sebelumnya. Menurut pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada ibu, nilai Hbnya 13 gr/dl, yang menunjukkan bahwa dia tidak mengalami anemia. Pemberian kompres 
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN USIA IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Rasmi Manullang; Sartina Daulay; Plora Novita Febrina Sinaga; Ika Damayanti Sipayung
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v2vdab38

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur nol sampai 6 bulan (0-6 bulan). Jumlah Kematian balita di dunia cukup tinggi, hampir 10 juta balita meninggal dunia setiap tahunya. Beberapa faktor penyebab kematian pada balita harus ditekan dengan pemberian ASI esklusif selama 6 bulan, dimulai dengan inisiasi dini (IMD). Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI esklusif. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional. Proses pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 56 orang. Hasil uji chi-square yaitu p-value < 0,05 yang berarti ada Hubungan pengetahuan, pendidikan dan usia ibu terhadap pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PEGAWAI REKAM MEDIS DENGAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) LANGSA Herna Linda; Novi Afrianti; Nurrahmani Nurrahmani
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9tdv0d47

Abstract

Pendahuluan : Beban kerja pegawai rekam medis adalah keadaan dimana pegawai dihadapkan pada volume kerja yang harus diselesaikan pada waktu tertentu. Beban kerja yang terlalu banyak dapat menurunkan produktifitas pegawai itu sendiri. Hal ini memungkinkan penurunan mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi bagaimana hubungan beban kerja pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Langsa Tahun 2024 dilihat dari beban kerja, sumber daya manusia (SDM) dan  uraian tugas (job description). Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Umum Langsa sebanyak 31 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,001 (p<0,05). Ada hubungan sumber daya manusia (SDM) pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,000 ( p<0,05). Ada hubungan job description pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit dengan p-value 0,001 (p<0,05). Simpulan: Ada hubungan beban kerja, sumber daya manusia dan job description pegawai rekam medis dengan mutu pelayanan rumah sakit.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG HIPERTENSI PADA MASA KEHAMILAN Jasmani
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/n20xpj17

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Di Puskesmas Bua AKI menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor penyebab tingginya AKI adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu hamil merupakan suatu cara meningkatkan pengetahuan, sehingga ibu hamil dapat dengan cepat mengambil keputusan saat menemui tanda bahaya kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Pendidikan kesehatan diberikan 1 kali selama 25 menit dengan metode ceramah, curah pendapat dan diskusi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen menggunakan One Group Pre test – Post test design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis menggunakan salah satu uji statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon Match Pair Test. Pada hasil uji wilcoxon bahwa nilai p=0,000<0,05, maka Ho dapat diimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan terhadap hipertensi ibu hamil.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN Rahma H. Manay; Yulianti
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/75g2q710

Abstract

Masih terdapatnya persalinan yang tidak ditolong oleh nakes yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi, tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Penolong persalinan di tenaga kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan penurunan mortalitiy dan morbility, namun banyak faktor yang melatarbelakangi penolong dalam opersalinan salah satunya adalah pengetahuan dan dukungan keluarga. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap pemilihan penolong persalinan. sampel dalam penelitian sebanyak 31 ibu yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. hasil uji Chi-square menunjukkan nilai P<0,05 yang artinya ada hubungan pengethauan dan dukungan keluarga terhadap penolong persalinan.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Novita Auliah Insani Aritonang; Rasmi Manullang; Yasrida Nadeak; Lasria Yolivia Aruan
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2hr6dr69

Abstract

Gangguan menstruasi adalah masalah signifikan pada remaja yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 2 Sibolga. Penelitian menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan 36 responden yang terdiri dari 12 sampel kasus dan 24 sampel kontrol, dipilih melalui teknik non-probability sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner tingkat stres dan keparahan dismenore, serta dianalisis menggunakan korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 16 tahun. Sebanyak 40% mengalami stres ringan, 51,1% stres sedang, dan 8,9% stres berat. Tingkat keparahan dismenore bervariasi, dengan 48,9% responden mengalami dismenore ringan, 33,3% sedang, dan 17,8% berat. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore (p-value = 0,000; koefisien korelasi Spearman = 0,656), dengan kekuatan hubungan kategori kuat. Stres memengaruhi dismenore melalui mekanisme neuroendokrin yang meningkatkan kadar kortisol dan ketidakseimbangan hormonal, sehingga memicu aktivitas prostaglandin dan kontraksi uterus.