Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting dalam upaya menurunkan angka kelahiran dan meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi di Indonesia. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan program ini adalah dukungan keluarga, terutama dari suami dan keluarga inti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap keikutsertaan pasangan usia subur (PUS) dalam menjadi akseptor KB aktif. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, dengan jumlah sampel sebanyak 48 wanita usia subur yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yang tidak mendapat dukungan keluarga cenderung tidak mengikuti program KB (50,0%), sementara yang mendapat dukungan sebagian besar menjadi akseptor KB (31,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan keikutsertaan KB (p-value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mendorong keikutsertaan pasangan usia subur dalam program KB.
Copyrights © 2025