Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang serta ketahanan tubuh bayi. Namun, praktik pemberian susu formula masih cukup tinggi dan menjadi tantangan dalam pemenuhan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan. Faktor yang diteliti meliputi pengetahuan ibu, pendidikan, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dukungan suami, dan sumber informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuala Bangka, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dengan jumlah responden sebanyak 48 orang, yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan (p = 0,002), pengetahuan (p = 0,002), dukungan tenaga kesehatan (p = 0,003), dan sumber informasi (p = 0,003) dengan pemberian susu formula pada bayi 0–6 bulan. Ibu yang bekerja, berpengetahuan kurang, tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, serta memperoleh informasi dari sumber non-kesehatan lebih cenderung memberikan susu formula kepada bayinya.
Copyrights © 2025