Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia menuntut peran aktif laki-laki dalam program Keluarga Berencana, salah satunya melalui metode kontrasepsi vasektomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan faktor budaya terhadap minat suami dalam mengikuti vasektomi di Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang berjumlah 210 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden dengan pengetahuan baik, 21 orang (30,9%) berminat mengikuti vasektomi, sedangkan dari 30 responden dengan pengetahuan kurang, hanya 8 orang (11,8%) yang berminat. Hubungan antara pengetahuan dan minat memiliki nilai p = 0,018. Sementara itu, budaya yang mendukung diikuti oleh 31 orang, di mana 18 orang berminat (26,5%), sedangkan budaya yang tidak mendukung diikuti oleh 37 orang dengan 11 orang berminat (16,1%), dengan nilai p = 0,019. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan budaya dengan minat suami dalam mengikuti vasektomi. Upaya promosi dan edukasi yang lebih intensif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
Copyrights © 2025