OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
Vol 2, No 1 (2013): Octopus

Pertumbuhan dan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Dipelihara di Ekosistem Padang Lamun Perairan Puntondo Takalar

Alimuddin Alimuddin (Politeknik Pertanian Pangkep)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pertumbuhan dan kandungan karaginan rumput laut yang dipelihara dengan berbagai metode pada ekosistem padang lamun.  Dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2011 di perairan Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Analisis kandungan karaginan rumput laut akan dilakukan di Laboratorium  Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.  Wadah budidaya yang digunakan adalah keranjang plastik berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing  45 x 32 x 17 cm berjumlah 15 buah ditempatkan pada berbagai kedalaman dari permukaan perairan pada kawasan padang lamun sesuai dengan metode budidaya yaitu 20 cm (permukaan),  100 cm  (lepas dasar) dan 250 cm (dasar). Rancangan percobaan yang digunakan  adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan metode budidaya dengan masing-masing 5 ulangan yaitu: (A) permukaan; (B) lepas dasar dan (C) dasar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik dan kandungan karaginan tertinggi dihasilkan metode budidaya lepas dasar yakni masing-masing 1,54%/hari dan 44,8%, sedangkan terendah metode budidaya dasar masing-masing 1,14%/hari dan 39,9%.Kata Kunci : Metode budidaya, Pertumbuhan, Kandungan karaginan, Padang LamunThis study aims to determine the growth and content of carrageenan seaweed that is maintained by a variety of methods in seagrass ecosystems. Conducted from March to June 2011 in the waters Puntondo, Laikang Village, District Mangarabombang, Takalar, South Sulawesi. Carrageenan seaweed content analysis will be conducted at the Laboratory of Department of Fisheries, Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University, Makassar. Container cultivation used are plastic baskets length, width and height each 45 x 32 x 17 cm amounts to 15 pieces placed at various depths from the surface waters in the area of seagrass in accordance with the methods of cultivation which is 20 cm (surface), 100 cm ( freelance basis) and 250 cm (base). The experimental design used was completely randomized design with 3 treatments cultivation methods with 5 replications each, namely: (A) of the surface; (B) off the base and (C) basis. Data were analyzed using analysis of variance followed by Tukey's test. The results showed that the specific growth rate and high carrageenan content is generated off-bottom methods of cultivation which was respectively 1.54% / day and 44.8%, while the lowest basic farming methods respectively 1.14% / day and 39.9 %.Keywords: methods of cultivation, growth, content of carrageenan, Seagrass

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

octopus

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Other

Description

Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, ...