Penelitian ini mengkaji perbandingan makna term "mati" dalam Al-Qur'an dan Bible menggunakan teori linguistik Ferdinand de Saussure. Fokus analisis terletak pada aspek penanda (signifier) dan petanda (signified) dari term "mati" dalam kedua kitab suci tersebut. Metodologi yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan linguistik struktural, menggunakan data primer dari ayat-ayat yang mengandung term "mati" dalam Al-Qur'an dan Bible, serta data sekunder dari berbagai tafsir dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa term "mati" dalam Al-Qur'an ??? dan ???? dan Bible (Nekros dan Muth/Mavet) memiliki perbedaan signifikan dalam aspek penanda yang dipengaruhi oleh karakteristik bahasa Arab, Yunani, dan Ibrani. Dari segi petanda, Al-Qur'an menekankan makna kematian sebagai bagian dari takdir dan transisi menuju alam barzakh, sementara Bible mengaitkannya dengan konsekuensi dosa dan pengharapan akan kebangkitan menuju kehidupan kekal. Perbedaan ini mencerminkan variasi pandangan teologis antara Islam dan Kristen mengenai konsep kematian, sekaligus menunjukkan bagaimana makna kematian dibentuk oleh konteks sosial, budaya, dan nilai keagamaan masing-masing tradisi
Copyrights © 2025