Desa Carangrejo di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, sering mengalami banjir akibat keterbatasan kapasitas saluran Afvour Watudakon dan tingginya debit Sungai Ngongseng saat musim hujan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi elevasi tanah serta merumuskan langkah teknis pengendalian banjir. Survei dilakukan sepanjang 1,8 km dengan metode pengukuran elevasi menggunakan theodolit digital, aplikasi pemetaan (Avenza, QField, QGIS), citra Google Maps, dan data DEMNAS. Hasil menunjukkan bahwa saluran Afvour Watudakon memiliki kedalaman lebih dangkal dibanding Sungai Ngongseng dengan selisih rata-rata 0,71 meter, sehingga lebih berpotensi meluap ke area persawahan. Berdasarkan analisis, dua strategi direkomendasikan, yaitu peninggian tanggul jalan setapak dengan kebutuhan tanah urug sekitar 2.860 m³ dan pengerukan saluran Afvour Watudakon sepanjang 690 meter dengan volume galian 1.469,7 m³. Tanah hasil pengerukan dapat digunakan kembali untuk penambahan tanggul. Strategi ini dinilai efisien dan realistis karena memanfaatkan sumber daya lokal untuk meminimalisir risiko banjir.
Copyrights © 2025