Kabupaten Karawang yang berkembang pesat sebagai sentra industri di Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam penyediaan tenaga kerja terampil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian output pendidikan menengah dengan kebutuhan industri, serta merumuskan model digital vokasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah campuran (mix methods) dengan pendekatan historis dan sosiologis berbasis studi literatur dan analisis data sekunder APM–TPT. Hasil menunjukkan bahwa meski Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA meningkat menjadi 59,04 % pada 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tinggi (8,04 %), khususnya pada lulusan SMA/SMK (12,07 %), disebabkan kurikulum teoritis, praktik industri terbatas, dan kemitraan DU/DI yang belum merata. Kesimpulan penelitian merekomendasikan implementasi platform e‑Vokasi Karawang berbasis cloud untuk integrasi kurikulum, e‑portfolio, micro‑credentialing, dan monitoring real‑time APM–TPT, dengan model pilot tiga fase selama tiga bulan. Pembanding internasional (Australia dan Seoul) membuktikan efektivitas sistem serupa dalam meningkatkan penyerapan lulusan hingga > 90 %.
Copyrights © 2025