Kabupaten Karawang merupakan kawasan pesisir strategis di Pantai Utara Jawa Barat yang didominasi oleh perikanan skala kecil dan budidaya pesisir. Meskipun produksi perikanan menunjukkan tren meningkat—perikanan tangkap mencapai 9.464 ton pada 2024, dan program percontohan nila salin seluas ±85 ha yang dikelola BLUPPB menghasilkan sekitar 245 ton per siklus—potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai tambah lokal. Penelitian ini menggabungkan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA dan Comparative Policy Analysis terhadap 52 dokumen resmi dan literatur akademik (KKP, BLUPPB, FAO, WorldFish, UNESCO-IOC, IPCC) guna mengidentifikasi hambatan teknis, sosial-ekonomi, dan kelembagaan yang membatasi penguatan sektor perikanan Karawang. Hasil analisis menunjukkan adanya kendala struktural berupa rendahnya adopsi teknologi armada, lemahnya infrastruktur rantai dingin, fragmentasi kelembagaan lintas-sektor, terbatasnya kapasitas UMKM pengolahan, serta meningkatnya risiko perubahan iklim seperti intrusi salinitas dan gelombang tinggi. Sebagai respons, penelitian ini mengusulkan Integrated Small-Scale Fisheries and Coastal Aquaculture Model (ISFCAM), sebuah kerangka kebijakan adaptif yang mencakup lima pilar: produksi berkelanjutan, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, kelembagaan kolaboratif, pemberdayaan komunitas, dan adaptasi iklim. Model ini menegaskan Dinas Perikanan sebagai koordinator tata kelola kabupaten dan BLUPPB sebagai mitra teknis budidaya, serta merekomendasikan pembentukan Forum Tata Kelola Pesisir Terpadu, pembangunan sentra pengolahan desa, modernisasi selektif armada, dan integrasi sistem data pesisir. ISFCAM disiapkan sebagai kerangka implementatif untuk memperkuat daya saing dan ketahanan sosial-ekologis sektor perikanan Karawang serta dapat direplikasi pada wilayah pesisir serupa.
Copyrights © 2025