Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji Kurikulum Merdeka melalui lensa pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan John Dewey, menggunakan metode kajian pustaka yang menyeluruh. Dewantara, dengan filosofi pendidikannya yang menekankan pada kebebasan dan kemandirian siswa, serta Dewey yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman dan interaksi sosial, memberikan dasar filosofis yang kuat bagi pengembangan kurikulum ini. Penelitian ini mengumpulkan dan menyintesis literatur relevan dari berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen lainnya untuk meneliti kontribusi kedua tokoh tersebut dalam implementasi dan pengembangan Kurikulum Merdeka. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Dewantara dan Dewey dapat meningkatkan pendekatan pedagogis dalam Kurikulum Merdeka, menciptakan pembelajaran yang lebih holistik, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan wawasan penting bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia.
Copyrights © 2024