Kota Bandar Lampung menghadapi permasalahan banjir yang kerap terjadi pada musim hujan akibat berkurangnya area resapan air. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi biopori dan program penghijauan sebagai upaya mitigasi banjir di berbagai lokasi strategis. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana banjir berbasis teknologi ramah lingkungan, pembuatan 100 lubang biopori di 9 lokasi yang rawan genangan air, dan penanaman 50 pohon di 6 lokasi dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lokasi dengan biopori terbanyak adalah Gg. Saburai dengan 36 lubang sebagai kawasan permukiman padat, sedangkan penanaman pohon terfokus di Harapan Jaya dengan 38 pohon jenis produktif seperti pala, sawo, dan kelengkeng. Evaluasi menunjukkan pengurangan genangan air di beberapa titik setelah hujan deras, khususnya di kawasan permukiman. Keberhasilan program ini bergantung pada komitmen jangka panjang masyarakat dalam merawat biopori dan pohon yang telah ditanam. Diperlukan pendampingan berkelanjutan dan kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program mitigasi banjir berbasis teknologi ramah lingkungan.
Copyrights © 2025