ADIMASKA
Vol 2 No 1 (2025): November 2025

PEMBERIAN EDUKASI TENTANG KEGAWATDARURATAN DASAR PADA SISWA SDN 2 POJOK KEDIRI

Devangga Karingga (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Sri Haryuni (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Endang Mei Yunalia (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Idola Perdana Sulistyoning Suharto (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Indah Jayani (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Kun Ika Nur Rahayu (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)
Achmad Wahdi (Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2025

Abstract

Pendahuluan : Kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko mengancam keselamatan anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi. Rendahnya pengetahuan anak mengenai penanganan kegawatdaruratan dapat menghambat respons awal yang tepat sebelum bantuan profesional diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kegawatdaruratan sejak dini di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa usia 6–7 tahun di SDN Pojok 2 Kediri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Metode : pengabdian menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga medis melalui kegiatan penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, role play, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, disertai observasi selama simulasi dan kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas kegiatan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Hasil : menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sekitar 40% dibandingkan pre-test. Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali situasi kegawatdaruratan dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar, serta peningkatan kepercayaan diri dalam bertindak saat simulasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan mengharapkan adanya program lanjutan. Kesimpulan : edukasi kegawatdaruratan berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia sekolah dasar. Program ini berpotensi membangun budaya keselamatan sejak dini dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua agar manfaatnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

adimaska

Publisher

Subject

Dentistry Nursing Public Health

Description

Focus and Scope Pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ilmiah di bidang ilmu kesehatan dan profesi kesehatan sedang berkembang secara pesat terkait dengan beberapa hal sebagai berikut: Pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dalam ruang lingkup kebidanan, keperawatan, ...