ADIMASKA
Focus and Scope Pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ilmiah di bidang ilmu kesehatan dan profesi kesehatan sedang berkembang secara pesat terkait dengan beberapa hal sebagai berikut: Pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dalam ruang lingkup kebidanan, keperawatan, kesehatan masyarakat, teknologi laboratorium medik, dan farmakologi. Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masyarakat Pembangunan kesehatan pedesaan Promosi kesehatan mencakup bidang kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu dan anak Penerapan teknologi inovasi dalam pengembangan pengobatan dan pelayanan kesehatan Aplikasi bisnis dalam keperawatan dan kesehatan
Articles
18 Documents
Pelatihan Tentang Perawatan Kaki pada Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Komunitas
Eva Dwi Ramayanti;
Devangga Darma Karingga
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6447
Kegiatan pengembangan diri dalam upaya pelatihan pelayanan kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga kesehatan yang ada. Salah Satu kegiatannya adalah dengan memberikan pelatihan pelayanan kesehatan bersama tentang perawatan kaki pada penderita Diabetes Mellitus. Kegiatan pelatihan yang dilakukan diwilayah Kelurahan Pojok Kota Kediri. Kegiatan pelatihan berupa pemeriksaan berkala serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan, perawatan dan senam kaki DM. ini juga merupakan salah satu kegiatan pengembangan pelayanan kesehatan yang dilakukan bersama dengan tenaga kesehatan yang ada di wilayah setempat. Dalam kegiatan pemberian pelatihan ini kami sebagai tenanga kesehatan menerapkan beberapa materi diklat first aid serta materi dasar. Materi pelatihan terdiri dari : 1). pelatihan senam kaki diabetic, 2). penyuluhan tentang Penyakit diabetes melitus, 3).pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pelaihan menggunakan metode pelatihan tentang senam kaki diabetic pre-post test, edukasi dan diskusi. Berdasarkan evaluasi hasil yang dicapi berupa peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit diabetes melitus, antusiasme peserta dalam mengukuti Latihan senam kaki diabetic dan pemeriksaan kadar gula darah. Sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 80% perserta memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan menjadi 90% peserta telah memiliki pengetahuan yang baik.
Program Edukasi Seksual dalam Pencegahan IMS pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri
Khofidhotur Rofiah;
Erike Yunicha Viridula;
Sri Inti;
Nikmatul Firdaus
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6448
Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya. Tujuan dilakukan Pengabdian ini untuk mengetahui tentang penyakit menular seksual. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan dengan media leaflet pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Campurejo. Hasil yang didapatkan wanita usia subur mengetahui tentang penyakit menular seksual dan Diharapkan edukasi dengan penyuluhan ini adanya kegiatan lanjutan dari tenaga kesehatan untuk memberikan health education terkait kesehatan wanita usia subur serta dapat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan sehingga wanita usia subur dapat terhindar dari penyakit menular seksual.
Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal dengan Prinsip Kesehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja
Sunardi;
Yudied Agung Mirasa
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6449
Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi yang dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter sederhana untuk menilai status gizi seseorang, namun pemahaman lansia terhadap indikator ini masih rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai status gizinya melalui pemanfaatan aplikasi penghitung IMT yang mudah digunakan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, serta pendampingan oleh kader posyandu dan keluarga dalam pemantauan status gizi lansia. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman lansia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal dan kesadaran mereka dalam memantau status gizi secara mandiri. Selain itu, aplikasi penghitung IMT terbukti membantu lansia dalam memahami kondisi kesehatannya dan mengambil langkah preventif yang lebih baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa teknologi digital dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam edukasi gizi bagi lansia apabila didukung dengan pendampingan yang memadai. Dengan adanya program ini, diharapkan lansia lebih mampu menjaga kesehatannya secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Peningkatan Pengetahuan dengan Penyuluhan Kesehatan HIV/AIDS di SMAN 15 Pekanbaru
Tutus Anggi Prihartanti;
Mutia Dwi Sagita;
Jelli Esteria manaru;
Atika Soraya
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6553
Kasus HIV di Pekanbaru mengalami tren peningkatan pada tahun 2024. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, total kasus HIV bulan Oktober 2024 mencapai 434 kasus dan AIDS sebanyak 130 kasus. Sedangkan sepanjang tahun 2023 terdapat 408 kasus HIV dan 165 kasus AIDS. Kondisi ini memperlihatkan adanya peningkatan kasus sebanyak 26 kasus dibandingkan tahun 2023. Tren kenaikan kasus tersebut harus menjadi perhatian semua pihak. Berbagai kebijakan dan program penanggulangan HIV- AIDS telah dilakukan, namun penyakit yang mematikan tersebut terus berkembang. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya, pencegahan dan potensi penularan HIV/AIDS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada remaja melalui penyuluhan dan memberikan kesempatan kepada remaja untuk memberikan umpan balik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 15 Pekanbaru pada tanggal 29 November 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 34 orang yang berlangsung selama 1 jam.
Peningkatan Konsumsi Daun Pepaya Sebagai Obat Alami Anemia di Sukorame Kota Kediri
Yeni Lutfiana Novita Agnes;
Eko Winarti
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6554
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, terutama pada ibu hamil dan remaja putri. Salah satu solusi alami yang dapat membantu mengatasi anemia adalah konsumsi daun pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi dan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan konsumsi daun pepaya dalam upaya pencegahan dan pengobatan anemia di Kelurahan Sukorame, Kota Kediri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pengolahan daun pepaya menjadi makanan yang lebih menarik, serta pemantauan dampak konsumsi daun pepaya terhadap kadar hemoglobin peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun pepaya serta peningkatan kadar hemoglobin pada beberapa responden yang mengonsumsi daun pepaya secara rutin. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dapat menjadi langkah efektif dalam pencegahan dan pengobatan anemia. Oleh karena itu, konsumsi daun pepaya secara rutin dapat diterapkan sebagai solusi alami dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perubahan Iklim dan Pangan Lokal: Pengembangan Strategi Adaptasi dan Mitigasi
Yudied Agung Mirasa;
Yeni Lutfiana Novita Agnes
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 1 (2024): November 2024
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i1.6555
Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak pada ketahanan pangan, terutama dalam produksi, distribusi, dan konsumsi pangan lokal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui strategi adaptasi dan mitigasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan mencakup edukasi, pelatihan pertanian berkelanjutan, serta penerapan teknologi ramah lingkungan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, diikuti oleh adopsi teknik pertanian berkelanjutan oleh 70% peserta serta diversifikasi pangan lokal yang meningkat sebesar 30%. Selain itu, program ini juga menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis komunitas guna mendukung ketahanan pangan lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis komunitas dan pendekatan edukatif mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Penguatan akses terhadap teknologi pertanian, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan keberlanjutan edukasi menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita melalui Skrining DDST di Posyandu Kelurahan Sukorame
Darmining;
Sri Inti;
Ihrom Fatma Saputri;
Fitri Rif'atul Himmah
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i2.6596
Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Sayangnya, banyak kasus keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi sejak dini karena keterbatasan pengetahuan orang tua dan belum optimalnya penggunaan alat skrining di tingkat pelayanan dasar seperti Posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST) dan meningkatkan kapasitas kader serta kesadaran orang tua di Kelurahan Sukorame. Program dilaksanakan pada bulan April 2025 di lima Posyandu, dengan total peserta sebanyak 50 balita. Metode kegiatan meliputi edukasi, pelatihan kader, dan skrining langsung menggunakan DDST oleh tim pengabdian bersama kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar balita berada dalam kategori perkembangan normal, meskipun ditemukan sejumlah balita yang berada pada kategori meragukan dan tertunda. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman kader dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan perkembangan secara berkala. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan skrining tumbuh kembang berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk deteksi dini gangguan perkembangan anak. Hasil kegiatan ini penting sebagai dasar pengembangan program pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan di wilayah kerja Posyandu.
Program Edukasi Seksual dalam Pencegahan IMS pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri
Khofidhotur Rofiah;
Erike Yunicha Viridula;
Sri Inti;
Nikmatul Firdaus
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i2.6598
Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya. Tujuan dilakukan Pengabdian ini untuk mengetahui tentang penyakit menular seksual. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan dengan media leaflet pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Campurejo. Hasil yang didapatkan wanita usia subur mengetahui tentang penyakit menular seksual dan Diharapkan edukasi dengan penyuluhan ini adanya kegiatan lanjutan dari tenaga kesehatan untuk memberikan health education terkait kesehatan wanita usia subur serta dapat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan sehingga wanita usia subur dapat terhindar dari penyakit menular seksual.
Pemberian Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMPN Kediri
Neta Ayu Andera;
lailaturohmah;
Erda Restiya Agustin
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i2.6599
Kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menimbulkan suatu kasus. Studi pendahuluan di SMPN Kediri belum pernah diberikan penyuluhan melalui audio visual pada remaja. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui Tingkat pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi di SMPN Kediri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan Kesehatan kepada remaja di SMPN Kediri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan Kesehatan reproduksi pada remaja di SMPN Kediri mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman tentang masalah Kesehatan reproduksi pada remaja. Oleh karena itu kegiatan pengabdian Masyarakat ini mempunyai manfaat besar terutama pada remaja di SMPN Kediri.
Penyuluhan Daun Pepaya untuk Mencegah Anemia di Kelurahan Sukorame Kota Kediri
Betanuari Sabda Nirwana;
Fauzia Laili;
Anis Nikmatul Nikmah;
Nikmatul Firdaus;
Erike Yunicha Viridula
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30737/adimaska.v1i2.6601
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, terutama pada ibu hamil dan remaja putri. Salah satu solusi alami yang dapat membantu mengatasi anemia adalah konsumsi daun pepaya (Carica papaya) yang mengandung zat besi dan vitamin C yang berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan konsumsi daun pepaya dalam upaya pencegahan dan pengobatan anemia di Kelurahan Sukorame, Kota Kediri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan pengolahan daun pepaya menjadi makanan yang lebih menarik, serta pemantauan dampak konsumsi daun pepaya terhadap kadar hemoglobin peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat daun pepaya serta peningkatan kadar hemoglobin pada beberapa responden yang mengonsumsi daun pepaya secara rutin. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dapat menjadi langkah efektif dalam pencegahan dan pengobatan anemia. Oleh karena itu, konsumsi daun pepaya secara rutin dapat diterapkan sebagai solusi alami dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.