Kenaikan kadar glukosa dalam darah dapat menyebabkan gejala serius, seperti hiperglikemia, yang jika berlanjut dapat mengakibatkan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pre dan post-test control group design. Hewan uji dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 0,5%), ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) 250 mg/kgBB, ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) 500 mg/kgBB, dan kontrol positif (glibenklamid 0,25 mg/kgBB). Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh kelompok uji menunjukkan penurunan kadar glukosa darah, dengan kelompok kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan, diikuti oleh kelompok ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dosis 500 mg/kgBB, dosis 250 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif. Ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dengan dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus wistar jantan yang diinduksi streptozotocin. Dosis 500 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 250 mg/kgBB.
Copyrights © 2024