This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bios Logos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji In Vivo Ekstrak Etanol Nanopartikel Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Tikus Wistar Diabetes yang Diinduksi Streptozotozin Emilia Irene Tiffany; Fatimawali Fatimawali; Aaltje Ellen Manampiring; Billy Johnson Kepel; Fona Dwiana Hermina Budiarso; Widdhi Bodhi
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53693

Abstract

Kenaikan kadar glukosa dalam darah dapat menyebabkan gejala serius, seperti hiperglikemia, yang jika berlanjut dapat mengakibatkan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan pre dan post-test control group design. Hewan uji dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 0,5%), ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) 250 mg/kgBB, ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) 500 mg/kgBB, dan kontrol positif (glibenklamid 0,25 mg/kgBB). Data dianalisis secara deskriptif. Seluruh kelompok uji menunjukkan penurunan kadar glukosa darah, dengan kelompok kontrol positif mengalami penurunan paling signifikan, diikuti oleh kelompok ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dosis 500 mg/kgBB, dosis 250 mg/kgBB, dan kelompok kontrol negatif. Ekstrak etanol nanopartikel daun leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. dan Binn.) dengan dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus wistar jantan yang diinduksi streptozotocin. Dosis 500 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 250 mg/kgBB.